News / Nasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 10:25 WIB
Suasana di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell, kawasan Salemba, Jakarta, Jumat (10/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Semua SPBU Shell di Indonesia kehabisan semua jenis BBM per Rabu, 25 Maret 2026, memperpanjang kelangkaan awal tahun.
  • Shell Indonesia sedang berkoordinasi intensif dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM untuk tahun 2026.
  • Meskipun BBM kosong, layanan non-BBM seperti bengkel, Shell Recharge, dan gerai Shell Select tetap beroperasi normal.

Suara.com - Seluruh SPBU Shell di Indonesia tercatat kehabisan semua jenis bahan bakar minyak (BBM) per Rabu (25/3/2026), memperpanjang kelangkaan yang sudah berlangsung sejak awal tahun ini.

Jenis BBM yang kosong antara lain Shell Super, Shell V-Power, Shell V-Power Nitro+, dan Shell V-Power Diesel.

Shell Indonesia melalui laman resminya telah menjelaskan bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemerintah mengenai permohonan impor.

"Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor bahan bakar minyak (BBM) tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku," tulis Shell di laman resmi perusahaan.

Perusahaan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam mendukung kegiatan usaha penyediaan BBM.

"Shell Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM selama ini sehingga kami dapat mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra kami," tulis keterangan tersebut.

Meski stok BBM habis, Shell memastikan layanan lain di SPBU tetap berjalan normal, termasuk bengkel, Shell Recharge untuk kendaraan listrik, serta gerai Shell Select.

Shell menegaskan ketersediaan layanan ini tetap memberikan kenyamanan bagi pelanggan sekaligus mendukung perekonomian negara.

Hingga berita ini diturunkan, Shell terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM dapat kembali normal secepat mungkin.

Baca Juga: BBM Stabil Tapi WFH Digalakkan? Pakar UGM Minta Pemerintah Jujur Soal Kebijakan Kontroversial Ini

Load More