Lima ratus SPBU di Australia kehabisan stok akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz.
Menteri Chris Bowen mengonfirmasi New South Wales sebagai wilayah yang paling terdampak krisis.
Perdana Menteri mengimbau masyarakat berhenti melakukan aksi panic buying demi menstabilkan stok nasional.
Suara.com - Pemerintah federal Australia memberikan laporan terbaru mengenai kondisi ketahanan energi di wilayah mereka yang sedang terguncang.
Sebanyak lebih dari 500 stasiun pengisian bahan bakar umum SPBU BBM di seluruh penjuru negeri kini mengalami kekosongan pasokan.
Kondisi ini mencakup habisnya satu atau lebih jenis bahan bakar yang biasanya tersedia untuk masyarakat umum.
Gangguan distribusi minyak internasional ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari penutupan Selat Hormuz oleh pihak Iran.
Situasi tersebut memicu kecemasan kolektif pada warga yang sangat bergantung pada kendaraan pribadi dan moda transportasi logistik.
Menteri Perubahan Iklim dan Energi, Chris Bowen, menyampaikan data valid tersebut dalam sidang parlemen federal pada Selasa, 24 Maret 2026.
Dalam penjelasannya, wilayah New South Wales tercatat sebagai area yang menerima dampak paling parah dibandingkan negara bagian lainnya.
Data menunjukkan terdapat 289 titik pengisian bahan bakar di wilayah tersebut yang sudah melaporkan kehilangan stok bensin dan diesel.
“Dari jumlah tersebut, 164 SPBU di antaranya secara spesifik melaporkan kehabisan stok diesel, yang mulai mengganggu mobilitas kendaraan berat di wilayah tersebut,” tulis Drive, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran
Kelangkaan solar ini menjadi ancaman serius bagi rantai pasok barang kebutuhan pokok yang menggunakan truk besar.
Fenomena serupa juga menyebar ke wilayah Victoria dengan laporan kekosongan yang terjadi di 162 lokasi pengisian bahan bakar.
Menteri Energi Victoria, Lily D’Ambrosio, memberikan klarifikasi tegas mengenai penyebab utama dari krisis lokal yang sedang terjadi ini.
Ia menekankan bahwa masalah sebenarnya bukan terletak pada ketiadaan pasokan bahan bakar dari terminal pusat pemerintahan.
Lily menyebutkan bahwa aksi belanja panik atau panic buying dari warga menjadi pemicu utama stok di pompa bensin habis.
Tekanan mendadak pada sistem distribusi lokal yang biasanya stabil membuat petugas kewalahan memenuhi permintaan yang melonjak drastis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet
-
Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana
-
Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat
-
LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!
-
Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh