Lima ratus SPBU di Australia kehabisan stok akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz.
Menteri Chris Bowen mengonfirmasi New South Wales sebagai wilayah yang paling terdampak krisis.
Perdana Menteri mengimbau masyarakat berhenti melakukan aksi panic buying demi menstabilkan stok nasional.
Kondisi di Queensland juga terpantau mengkhawatirkan dengan adanya 55 lokasi yang kehabisan stok diesel secara total.
Selain itu, terdapat 35 lokasi di Queensland yang melaporkan tidak lagi memiliki persediaan bensin jenis unleaded reguler.
Australia Selatan menyusul dengan catatan 46 lokasi pengisian yang terdampak oleh gelombang kepanikan warga tersebut.
Wilayah Australia Barat dan Tasmania justru mencatatkan angka yang jauh lebih stabil dengan hanya enam lokasi terdampak.
Sementara itu, wilayah Ibu Kota Australia (ACT) menjadi satu-satunya zona yang hingga kini belum melaporkan adanya kendala pasokan.
Pemerintah mencoba menenangkan publik dengan menyebutkan bahwa 500 lokasi tersebut hanya mencakup 8 persen dari total SPBU nasional.
Meskipun skalanya masih terbatas, muncul spekulasi di tengah masyarakat mengenai kemungkinan penerapan aturan penjatahan bahan bakar secara ketat.
Aturan darurat yang disusun pada tahun 2019 tersebut memang memungkinkan pemerintah membatasi jumlah pembelian bensin setiap harinya.
Namun, otoritas federal dengan cepat memberikan pernyataan resmi bahwa mereka belum berencana memberlakukan pembatasan pembelian bagi pengendara.
Baca Juga: Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran
Langkah ini diambil untuk mencegah eskalasi kepanikan yang justru akan merusak sistem ekonomi dan distribusi domestik.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, secara langsung meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan mereka.
Ia sangat mengharapkan agar warga tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan atau melampaui kebutuhan harian normal.
Kerja sama dari pihak konsumen untuk tidak menimbun stok minyak dianggap sebagai solusi paling efektif saat ini.
Pesan senada juga terus disampaikan oleh para menteri di tiap negara bagian agar kestabilan stok kembali pulih.
Pemerintah meyakini bahwa distribusi akan segera kembali normal jika masyarakat menghentikan perilaku belanja berdasarkan rasa takut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'