- KPAI meminta sekolah menerapkan masa transisi adaptif pasca libur Lebaran, hindari pembebanan materi berat langsung.
- KPAI mendorong sekolah menggunakan metode reflektif atau *storytelling* pengalaman mudik anak saat awal masuk.
- Dukungan keluarga penting untuk mengatur ulang ritme harian anak seperti jam tidur serta penggunaan gawai.
Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menekankan pentingnya fase transisi sebelum anak kembali sepenuhnya ke aktivitas belajar pasca libur lebaran Idulfitri.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan, anak butuh waktu untuk beradaptasi secara psikologis dari suasana liburan ke rutinitas sekolah.
Oleh sebab itu, ia meminta sekolah tidak langsung membebani siswa dengan materi berat ketika awal masuk sekolah pasca libur panjang lebaran.
“Sekolah diharapkan tidak langsung membebani siswa dengan intensitas materi yang berat,” ujar Jasra dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Sebagai alternatif, KPAI mendorong pendekatan yang lebih adaptif, seperti metode reflektif atau storytelling yang mengangkat pengalaman mudik anak sebagai bagian dari proses belajar.
Pendekatan ini dinilai dapat membantu anak kembali ke lingkungan sekolah tanpa tekanan, sekaligus membuat pengalaman sosial selama liburan tetap relevan di ruang kelas.
Tak hanya sekolah umum, KPAI juga menyoroti lingkungan pendidikan keagamaan seperti pesantren.
Jasra mendorong agar proses kembalinya santri dikelola secara lebih humanis untuk memulihkan kesiapan mental dan spiritual setelah libur Lebaran.
Di level keluarga, KPAI mengingatkan orang tua untuk mulai mengatur kembali ritme harian anak, termasuk jam tidur dan penggunaan gawai yang cenderung meningkat selama liburan.
Baca Juga: Misi Menolak Jadi Kaum Rebahan: 6 Cara Memaksimalkan Waktu Libur Lebaran
Menurut Jasra, proses transisi ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar anak dapat kembali ke rutinitas belajar secara bertahap tanpa tekanan berlebih.
“Pada akhirnya, mewujudkan prasyarat transisi yang ideal ini membutuhkan sistem dukungan yang tangguh. Dukungan seperti dari orang tua, guru, ustadz dan lingkungan sangat vital dalam mengembalikan ritme hidup anak kembali secara bertahap,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak
-
Sampai Kapan ASN WFA setelah Libur Lebaran 2026? Ini Aturan Lengkapnya!
-
Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini
-
Misi Menolak Jadi Kaum Rebahan: 6 Cara Memaksimalkan Waktu Libur Lebaran
-
Terintegrasi Banyak Tempat Wisata dan Pusat Perbelanjaan, LRT Bisa Jadi Solusi Libur Lebaran
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah