- Mojtaba Khamenei, penerus Pemimpin Tertinggi Iran, belum tampil publik sejak ayahnya wafat, memicu spekulasi kondisi fisiknya.
- Intelijen AS dan Israel kesulitan memastikan kendali Mojtaba saat ini karena minimnya bukti perintah langsung darinya.
- Ketidakpastian kepemimpinan Iran memicu eskalasi di lapangan, termasuk ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz.
Suara.com - Dunia intelijen internasional saat ini tengah tertuju pada satu titik koordinat di Teheran. CIA, Mossad, dan berbagai lembaga intelijen dunia memantau dengan ketat perayaan Nowruz pada hari Jumat pekan lalu, untuk melihat apakah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi baru Iran, akan mengikuti tradisi ayahnya dalam memberikan pidato tahun baru.
Namun, liburan tersebut berlalu tanpa penampakan fisik. Ayatollah Mojtaba hanya merilis pernyataan tertulis.
Tentu saja, itu adalah langkah yang memperdalam misteri mengenai kondisi fisiknya, keberadaannya, dan perannya dalam upaya perang Iran.
Sejak ayahnya, Sayyed Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari lalu, Mojtaba seolah menghilang ditelan bayang-bayang.
Langkah ini sebenarnya tidak mengejutkan. Sejak wafatnya Ali Khamenei, Israel telah memperjelas bahwa Rahbar Mojtaba kini berada di puncak daftar target operasi mereka.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan mengklaim Mojtaba mengalami luka-luka dan kemungkinan cacat akibat serangan yang menewaskan ayahnya tersebut.
Setelah tiga minggu tanpa satu pun pernyataan video yang direkam sebelumnya, kebungkaman Mojtaba mulai terasa semakin "nyaring".
Meskipun intelijen AS dan Israel memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Mojtaba masih hidup—seperti upaya pejabat Iran yang mencoba menjadwalkan pertemuan tatap muka dengannya—ketidakhadirannya di depan kamera memicu tanda tanya besar.
Teka-Teki di Meja Donald Trump
Baca Juga: Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump
Misteri seputar Ayatollah Mojtaba telah menjadi topik bahasan dalam beberapa pengarahan intelijen Presiden Donald Trump.
Tim keamanan nasional Trump masih bekerja keras untuk menilai siapa sebenarnya yang memegang kendali di Teheran saat ini.
"Kami tidak punya bukti bahwa dialah yang benar-benar memberikan perintah," ujar seorang pejabat senior Israel kepada Axios mengenai posisi Mojtaba.
Seorang pejabat AS lainnya menambahkan nuansa ketidakpastian yang sama. "Ini lebih dari aneh. Kami tidak berpikir orang Iran akan bersusah payah memilih orang mati sebagai pemimpin tertinggi, tetapi pada saat yang sama, kami tidak memiliki bukti bahwa dia memegang kendali," ungkapnya.
Ayatollah Mojtaba diumumkan sebagai Rahbar Iran pada 9 Maret, setelah kelompok garis keras mendukungnya untuk menggantikan sang ayah.
Namun, respons publiknya hanya terbatas pada pesan tertulis di saluran Telegram, yang justru mengintensifkan spekulasi tentang seberapa parah luka yang dideritanya.
Berita Terkait
-
Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Arab Saudi dan UEA Diam-diam Bantu Israel dan AS Perangi Iran
-
Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran
-
Ini Prediksi yang Bakal Dialami AS-Israel Pasca Pengangkatan Mohammad Bagher Zolghadr
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump
-
Tak Sekeder Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa
-
Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR
-
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
-
Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum