News / Internasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 20:11 WIB
Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran.
Baca 10 detik
  • Mojtaba Khamenei, penerus Pemimpin Tertinggi Iran, belum tampil publik sejak ayahnya wafat, memicu spekulasi kondisi fisiknya.
  • Intelijen AS dan Israel kesulitan memastikan kendali Mojtaba saat ini karena minimnya bukti perintah langsung darinya.
  • Ketidakpastian kepemimpinan Iran memicu eskalasi di lapangan, termasuk ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz.

Suara.com - Dunia intelijen internasional saat ini tengah tertuju pada satu titik koordinat di Teheran. CIA, Mossad, dan berbagai lembaga intelijen dunia memantau dengan ketat perayaan Nowruz pada hari Jumat pekan lalu, untuk melihat apakah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi baru Iran, akan mengikuti tradisi ayahnya dalam memberikan pidato tahun baru.

Namun, liburan tersebut berlalu tanpa penampakan fisik. Ayatollah Mojtaba hanya merilis pernyataan tertulis.

Tentu saja, itu adalah langkah yang memperdalam misteri mengenai kondisi fisiknya, keberadaannya, dan perannya dalam upaya perang Iran.

Sejak ayahnya, Sayyed Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari lalu, Mojtaba seolah menghilang ditelan bayang-bayang.

Langkah ini sebenarnya tidak mengejutkan. Sejak wafatnya Ali Khamenei, Israel telah memperjelas bahwa Rahbar Mojtaba kini berada di puncak daftar target operasi mereka.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan mengklaim Mojtaba mengalami luka-luka dan kemungkinan cacat akibat serangan yang menewaskan ayahnya tersebut.

Setelah tiga minggu tanpa satu pun pernyataan video yang direkam sebelumnya, kebungkaman Mojtaba mulai terasa semakin "nyaring".

Meskipun intelijen AS dan Israel memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Mojtaba masih hidup—seperti upaya pejabat Iran yang mencoba menjadwalkan pertemuan tatap muka dengannya—ketidakhadirannya di depan kamera memicu tanda tanya besar.

Teka-Teki di Meja Donald Trump

Baca Juga: Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump

Misteri seputar Ayatollah Mojtaba telah menjadi topik bahasan dalam beberapa pengarahan intelijen Presiden Donald Trump.

Tim keamanan nasional Trump masih bekerja keras untuk menilai siapa sebenarnya yang memegang kendali di Teheran saat ini.

"Kami tidak punya bukti bahwa dialah yang benar-benar memberikan perintah," ujar seorang pejabat senior Israel kepada Axios mengenai posisi Mojtaba.

Seorang pejabat AS lainnya menambahkan nuansa ketidakpastian yang sama. "Ini lebih dari aneh. Kami tidak berpikir orang Iran akan bersusah payah memilih orang mati sebagai pemimpin tertinggi, tetapi pada saat yang sama, kami tidak memiliki bukti bahwa dia memegang kendali," ungkapnya.

Ayatollah Mojtaba diumumkan sebagai Rahbar Iran pada 9 Maret, setelah kelompok garis keras mendukungnya untuk menggantikan sang ayah.

Namun, respons publiknya hanya terbatas pada pesan tertulis di saluran Telegram, yang justru mengintensifkan spekulasi tentang seberapa parah luka yang dideritanya.

Load More