News / Nasional
Kamis, 26 Maret 2026 | 12:59 WIB
Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa. [Suara.com/Yasir]
Baca 10 detik
  • Dr. Tifa membantah spekulasi mundur dari kasus ijazah Jokowi dengan merilis buku baru berjudul Otak Politik Jokowi (OPJ).
  • Buku OPJ mengkaji neuropolitika Jokowi, khususnya isu ijazah dan dampaknya terhadap kebijakan publik, mendapat pengantar Rocky Gerung.
  • Dr. Tifa mengkritik cara kekuasaan yang mengorbankan integritas, menuntut pembuktian ijazah secara transparan di depan publik.

Refly Harun, saat membacakan pesan Dr. Tifa, menyebut adanya indikasi "operasi intelijen" yang mencari-cari kelemahan personal para pengkritik pemerintah.

"Cara-cara yang digunakan tidak lagi mencerminkan etika seorang negarawan, tetapi lebih menyerupai praktik kekuasaan yang mempertahankan diri dengan mengorbankan orang lain," kata Refly menyampaikan pesan Dr. Tifa.

Dr. Tifa juga menegaskan bahwa persoalan ini sesungguhnya bisa diselesaikan dengan sangat sederhana, yakni melalui pembuktian yang transparan.

"Jika memang tidak ada yang disembunyikan, cukup tunjukkan saja. Di mana pun, di depan publik, di pengadilan,” tambahnya.

Menutup klarifikasinya, dr. Tifa memastikan bahwa ia akan tetap berdiri teguh di jalurnya tanpa kompromi yang merendahkan martabat.

"Perjuangan ini mungkin tidak mudah. Namun saya percaya, kebenaran tidak membutuhkan keramaian. Ia hanya membutuhkan keteguhan, dan saya memilih untuk tetap teguh," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Load More