- Menteri Sosial Gus Ipul menyoroti 2.708 ASN Kemensos tidak hadir tanpa keterangan usai libur Lebaran.
- Gus Ipul mengkritik pola kerja "804", yaitu pegawai datang absen lalu tidak produktif hingga jam pulang.
- Kemensos mengancam sanksi termasuk pemotongan tunjangan bagi ASN yang melanggar kedisiplinan.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kembali menyoroti disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Sosial, menyusul temuan 2.708 pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan pada hari pertama kerja usai libur Lebaran.
Gus Ipul menyebut, tak sedikit ASN yang datang ke kantor sekadar absen, kemudian hanya "haha-hihi" tanpa kontribusi kerja yang jelas. Kehadiran tanpa produktivitas itu yang ia sebut sebagai pola “804”.
“Ada yang menyebut '804'; datang jam 8, nol (kosong), tidak melakukan apa-apa, jam 4 pulang. 804, ingat ya. Datang jam 8 absen, setelah itu haha-hihi, menunggu pulang jam 4 absen pulang. Bukan itu tugas kita,” kata Gus Ipul saat apel pembinaan pegawai Kemensos di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Gus Ipul menegaskan, peran ASN Kemensos tidak bisa dipandang sebagai pekerjaan administratif semata, melainkan menyangkut langsung pelayanan terhadap kelompok rentan, seperti fakir miskin, masyarakat terlantar, hingga korban bencana.
Data internal Kemensos menunjukkan, dari total 46.090 ASN, hanya sebagian yang bekerja dari kantor pada hari pertama masuk kerja.
Sebanyak 3.683 pegawai bekerja dengan skema work from office (WFO), 5.071 menjalankan work from anywhere (WFA), dan 34.284 menggunakan skema flexible working arrangement. Sementara itu, 2.708 pegawai tercatat tidak hadir tanpa keterangan.
Gus Ipul menegaskan, momentum pasca-Lebaran seharusnya menjadi titik balik bagi ASN untuk kembali bekerja dengan semangat dan kedisiplinan yang lebih tinggi. Ia mengingatkan bahwa setiap tugas yang dijalankan di Kementerian Sosial harus berorientasi pada pelayanan terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Saya tegaskan, pasca-Lebaran seharusnya kita kembali dengan semangat yang kuat, lebih disiplin, lebih bersih, dan lebih berdampak. Semua kerja kita harus bermuara pada satu tujuan: melindungi dan memuliakan rakyat. Namun, yang justru terjadi, sebagian di antara kita berperilaku sebaliknya,” ujarnya.
Ia menyoroti munculnya berbagai bentuk pelanggaran disiplin, mulai dari ketidakhadiran hingga kelalaian dalam menjalankan tugas. Dengan kondisi tersebut, Gus Ipul menegaskan tidak ada ruang kompromi terhadap pelanggaran disiplin.
Baca Juga: Kebijakan WFA ASN Pasca Lebaran Resmi Diberlakukan, Absen Daring Diperketat
“Oleh karena itu, saya ingin bicara sangat jelas. ASN Kementerian Sosial tidak boleh main-main dengan kedisiplinan,” tegasnya.
Sebelumnya, Kemensos juga telah menyiapkan langkah pembinaan hingga sanksi bagi ASN yang mangkir, termasuk pemotongan tunjangan kinerja sebesar 3 persen per hari.
Berita Terkait
-
Kebijakan WFA ASN Pasca Lebaran Resmi Diberlakukan, Absen Daring Diperketat
-
Wacana WFH Sehari untuk ASN: Pedang Bermata Dua bagi Ekonomi dan Energi
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
-
Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa
-
WFA Pasca Lebaran: Cara Halus Negara Bilang "Santai Dikit Tapi Tetap Kerja"
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!
-
Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran
-
Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran
-
Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Mendekati Masa Tenggat, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Segera Laporkan LHKPN
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi
-
Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?