- Iran mengancam menutup Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah jika AS dan Israel mengerahkan pasukan darat di wilayahnya.
- Iran menolak usulan gencatan senjata 15 poin dari Presiden Trump, meminta ganti rugi dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz.
- Ancaman blokade Laut Merah berpotensi menyebabkan krisis energi ganda global karena selat itu merupakan urat nadi perdagangan dunia.
Sebagai gantinya, Iran telah mengajukan proposal tandingan yang jauh lebih berat bagi pihak Barat.
Dalam tuntutannya, Teheran meminta ganti rugi perang atas kerusakan infrastruktur yang terjadi selama konflik, penghentian total agresi dari Amerika Serikat dan Israel.
Kemudian, Iran meminta jaminan tertulis bahwa perang baru tidak akan muncul lagi dengan syarat yang sama di masa depan.
Selain itu, Iran menuntut agar kedaulatan penuh mereka atas Selat Hormuz diakui secara internasional.
Siasat Perusahaan Pelayaran di Tengah Kepungan
Kondisi ini membuat banyak perusahaan pelayaran global berada dalam posisi dilematis.
Sejumlah perusahaan minyak, sempat mempertimbangkan untuk menggunakan Selat Bab el-Mandeb sebagai rute alternatif mengangkut minyak keluar dari wilayah tersebut setelah Hormuz ditutup.
Padahal, Bab el-Mandeb sendiri bertanggung jawab atas 10 persen perdagangan maritim dunia.
Namun, rute alternatif ini terbukti tidak kalah berbahaya. Kelompok Houthi di Yaman memiliki rekam jejak melakukan serangan rudal anti-kapal terhadap kapal angkatan laut AS dan kapal komersial pada tahun 2023 dan 2024.
Baca Juga: AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
Ancaman Iran untuk mengaktifkan proksi mereka di Laut Merah bisa berarti bunuh diri bagi kapal tanker yang berani melintas.
Sumber militer Iran kembali memberikan peringatan tajam kepada pemerintahan Trump agar tidak mencoba mencari celah di Laut Merah untuk menghindari blokade di Teluk Persia.
Teheran mengklaim memiliki kemampuan untuk menciptakan "ancaman yang sangat kredibel" terhadap setiap kapal di selat tersebut.
"Oleh karena itu, jika orang-orang Amerika ingin memikirkan solusi untuk Selat Hormuz dengan tindakan bodoh, mereka harus berhati-hati agar tidak menambah selat lain ke dalam masalah dan kesulitan mereka," tegasnya menutup pernyataan tersebut.
Sebagai jalur yang juga dilalui oleh kapal-kapal tanker menuju Asia, blokade di Bab el-Mandeb akan memutus rantai pasok global secara total.
Ketegangan antara ambisi kedaulatan Iran dan strategi tekanan maksimum AS kini berada di titik nadir, di mana satu langkah salah di Laut Merah bisa memicu perang terbuka yang jauh lebih besar.
Berita Terkait
-
AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
-
Abaikan Perintah Donald Trump, Presiden Meksiko Tetap Lakukan Hal Ini untuk Kuba
-
Isi Lengkap 15 Poin Damai Donald Trump kepada Iran, Teheran Balas Seperti ini
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
-
Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan