- Presiden AS Donald Trump menunda kunjungan ke China pada 14–15 Mei karena fokus pada operasi militer AS-Israel di Iran.
- Pertemuan krusial Trump dan Xi Jinping direncanakan membahas ketegangan global serta hubungan dagang yang sensitif antara kedua negara.
- China sebelumnya menyerukan penghentian perang yang mengganggu stabilitas perdagangan global dan jalur vital Selat Hormuz.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengunjungi China pada 14–15 Mei untuk bertemu Presiden Xi Jinping.
Kunjungan ini mundur dari jadwal awal akibat serangan militer AS-Israel ke Iran.
Gedung Putih menegaskan penundaan dilakukan karena fokus Washington pada operasi militer.
“Presiden Xi memahami pentingnya presiden tetap berada di sini selama operasi tempur berlangsung,” ujar juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dilansir dari Aljazeera.
Leavitt menepis spekulasi bahwa pertemuan itu terkait akhir perang.
“Tidak ada prasyarat seperti itu. Penjadwalan ulang murni karena situasi saat ini,” tegasnya.
Sebelumnya, pemerintah China kembali menyerukan penghentian perang.
“Situasi tegang di Selat Hormuz telah mengganggu stabilitas perdagangan global,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian.
Trump sendiri meminta Beijing membantu membuka kembali jalur vital tersebut.
Baca Juga: Iran Tutup Laut Merah Bila Tentara AS-Israel Menyerbu, Pasokan Minyak Dunia Putus Total
Namun hingga kini, China belum menunjukkan kesediaan untuk terlibat langsung.
Pertemuan Trump–Xi dipandang krusial untuk meredakan ketegangan global.
Selain isu perang, hubungan dagang yang selama ini panas juga dipastikan menjadi agenda utama.
Sejak periode pertama kepemimpinannya, Trump dikenal agresif dalam kebijakan tarif terhadap China.
Namun, putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini membatasi ruang geraknya dalam menerapkan tarif besar-besaran.
Perang Iran yang mendekati satu bulan terus berdampak luas.
Berita Terkait
-
Iran Tutup Laut Merah Bila Tentara AS-Israel Menyerbu, Pasokan Minyak Dunia Putus Total
-
AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
-
Abaikan Perintah Donald Trump, Presiden Meksiko Tetap Lakukan Hal Ini untuk Kuba
-
Isi Lengkap 15 Poin Damai Donald Trump kepada Iran, Teheran Balas Seperti ini
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran
-
Dokumen UFO Cuma Pengalihan Isu, Publik Diminta Jangan Percaya Omong Kosong Trump
-
Jakarta Percantik Rasuna Said Jelang HUT ke-499, Target Jadi Wajah Kota Global
-
Isu Menko Mengeluh Ada 'Dinding Pemisah' dengan Presiden, Amien Rais Beri Kode
-
Dokumen UFO AS Bongkar Objek Misterius Berputar Spiral Pada Ketinggian 41 Ribu Kaki di Asia
-
Dokumen UFO AS Bongkar Dugaan Kebohongan Rusia 25 Tahun Lalu, Apa Itu?
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!