- Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, meminta Pemprov perketat pengawasan pendatang baru pasca Idul Fitri.
- Kevin khawatir lonjakan urbanisasi tanpa kontrol memperparah kepadatan dan menekan lapangan kerja terbatas ibu kota.
- Ia mendorong penguatan pendataan Dukcapil berjenjang serta selektivitas berbasis kesiapan ekonomi bagi pendatang.
Suara.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperketat pengawasan terhadap arus masuk pendatang baru setelah Idul Fitri. Menurutnya, lonjakan urbanisasi pasca-Lebaran merupakan fenomena tahunan yang perlu ditangani secara serius.
“Jakarta tidak bisa menutup diri, tetapi juga tidak boleh terlalu longgar tanpa kontrol. Banyak pendatang datang tanpa keterampilan dan kepastian kerja,” ujar Kevin di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Ia menilai, masuknya pendatang dalam jumlah besar berpotensi memperparah kepadatan ibu kota sekaligus menambah tekanan pada lapangan kerja yang sudah terbatas. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak langsung pada kesejahteraan warga yang telah lama tinggal di Jakarta.
Kevin menegaskan, pemerintah harus tetap memprioritaskan perlindungan dan kesejahteraan warga Jakarta.
“Jangan sampai warga kita justru terpinggirkan karena arus pendatang yang tidak terkendali,” katanya.
Untuk itu, ia mendorong Pemprov DKI memperkuat sistem pendataan pendatang baru secara berjenjang hingga tingkat RT/RW melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Pendatang juga diminta memiliki identitas jelas, tujuan kedatangan yang pasti, serta tempat tinggal yang layak.
Selain pengawasan administratif, Kevin mengusulkan kebijakan yang lebih selektif berbasis kesiapan ekonomi. Artinya, pendatang yang masuk ke Jakarta diharapkan benar-benar siap bekerja dan berkontribusi, bukan justru menambah beban sosial.
Ia juga menekankan pentingnya langkah proaktif dari pemerintah daerah untuk memperluas lapangan pekerjaan. Menurutnya, tanpa pengelolaan yang tepat, lonjakan pendatang berisiko menjadi persoalan sosial di kemudian hari.
“Kalau tidak dikelola serius, ini bisa jadi bom waktu sosial. Pendekatannya harus strategis dan berpihak,” ujarnya.
Baca Juga: Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen
Kevin mengingatkan, kegagalan mengendalikan arus pendatang dapat membuat warga Jakarta tersisih dari aktivitas ekonomi di kotanya sendiri.
“Jakarta harus tetap terbuka, tetapi tidak boleh kehilangan kendali. Jangan sampai warga Jakarta menjadi penonton di kotanya sendiri,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi
-
Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan
-
Arus Balik Lampaui Keberangkatan, KAI: Jakarta Diserbu 50 Ribu Penumpang Kereta per Hari
-
Arus Balik Masih Padat, Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa Berlanjut Jumat 28 Maret
-
HUT ke-12, TransJakarta Banting Harga Jadi Rp12, Ini Syaratnya!
-
Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Bagi Masyarakat Terdampak Bencana
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP
-
Mengukur Mikroplastik Tak Semudah Dikira, Studi Soroti Tantangan dan Jalan Keluarnya
-
Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal KM 132KM 70, Ini Skema Bertahapnya
-
Antisipasi Kepadatan Angkutan Berat, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tanjung Priok