-
Perang AS-Israel melawan Iran selama sebulan telah menewaskan ribuan orang termasuk pemimpin tertinggi.
-
Pentagon menyiapkan rencana serangan darat ke Iran di tengah pengerahan ribuan pasukan tambahan.
-
Donald Trump mengancam akan melepaskan malapetaka jika Iran tetap menutup jalur Selat Hormuz.
Suara.com - Satu bulan telah berlalu sejak pecahnya perang bersenjata antara koalisi Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Hingga detik ini, tanda-tanda gencatan senjata atau berakhirnya aksi saling serang masih belum terlihat di cakrawala.
Titik api bermula pada 28 Februari 2026 saat serangan udara masif menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Langkah tersebut memicu gelombang balasan dari Teheran yang menyasar pangkalan militer AS di wilayah Teluk.
Iran juga menerapkan blokade ketat di jalur vital Selat Hormuz yang berdampak pada kekacauan harga minyak.
Laporan dari Al-Jazeera mengonfirmasi angka kematian di pihak Iran telah menembus angka 1.900 jiwa manusia.
Selain korban jiwa, tercatat lebih dari 24.800 warga di Iran mengalami luka-luka akibat hantaman proyektil lawan.
Di kubu Amerika Serikat, sebanyak 13 personel militer dilaporkan gugur akibat terjangan serangan balasan pihak Teheran.
Unit medis militer AS juga harus menangani setidaknya 200 tentara yang menderita luka-luka dalam pertempuran tersebut.
Baca Juga: Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?
Sementara itu, otoritas di Israel mencatat 19 orang tewas dan 5.400 lainnya terluka sejak konflik ini meletus.
Bukannya mereda, tensi justru semakin memuncak dengan adanya penambahan ribuan personel militer Amerika di Timur Tengah.
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan kedatangan 3.500 pasukan tambahan yang diangkut menggunakan kapal USS Tripoli.
Kelompok tempur ini terdiri dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang mendarat secara resmi pada tanggal 27 Maret.
Kehadiran mereka didukung oleh armada pesawat tempur serang, pesawat angkut, serta berbagai aset amfibi taktis lainnya.
Washington bahkan diprediksi akan mengirimkan kembali ribuan personel tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke zona konflik.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat
-
Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan