-
Perang AS-Israel melawan Iran selama sebulan telah menewaskan ribuan orang termasuk pemimpin tertinggi.
-
Pentagon menyiapkan rencana serangan darat ke Iran di tengah pengerahan ribuan pasukan tambahan.
-
Donald Trump mengancam akan melepaskan malapetaka jika Iran tetap menutup jalur Selat Hormuz.
Laporan eksklusif Washington Post mengungkap bahwa Pentagon tengah mematangkan skenario serangan darat langsung ke tanah Iran.
Sejumlah pejabat internal menyebutkan bahwa persiapan operasi darat ini direncanakan akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.
Meskipun bukan invasi skala penuh, operasi ini melibatkan koordinasi antara pasukan khusus dan unit infanteri konvensional.
Keputusan akhir mengenai implementasi rencana Pentagon ini sepenuhnya berada di tangan Presiden Donald Trump sebagai panglima tertinggi.
Trump sendiri mendesak agar pihak Teheran segera menyerah guna menghindari kehancuran yang jauh lebih masif lagi.
Di tengah jalur diplomasi yang buntu, Donald Trump memberikan peringatan yang sangat keras terhadap sikap keras kepala Iran.
Trump sendiri telah menyerukan Iran untuk menerima kekalahan dan mengancam akan 'melepaskan malapetaka' terhadap negara itu jika terus memblokir Selat Hormuz.
Pernyataan ini muncul di saat militer Amerika mulai memetakan titik-titik strategis di dalam perbatasan kedaulatan negara Iran.
Di sisi lain, geopolitik semakin rumit setelah kelompok Houthi di Yaman memutuskan untuk terjun langsung dalam peperangan.
Baca Juga: Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?
Houthi mengklaim telah mengirimkan serangan rudal kedua mereka yang diarahkan langsung menuju pusat pertahanan Israel.
Keterlibatan kelompok penyokong Iran di Yaman ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya titik peperangan hingga Laut Merah.
Sebelumnya, aksi Houthi yang mengincar kapal terafiliasi Israel telah membuat banyak perusahaan logistik global merasa sangat terancam.
Situasi di Laut Merah kini menjadi sangat krusial mengingat posisinya sebagai jalur alternatif utama bagi perdagangan internasional.
Arab Saudi bahkan telah memindahkan rute ekspor minyak mereka melalui jalur ini untuk menghindari risiko di Selat Hormuz.
Banyak kargo dari negara Teluk terpaksa dialihkan ke pelabuhan Salalah di Oman demi menjamin keamanan pasokan energi global.
Efek domino dari pertempuran ini juga merambah ke sektor transportasi udara yang mengalami disrupsi sangat parah.
Serangan Iran ke pangkalan militer di negara tetangga membuat koridor udara di wilayah Teluk menjadi zona terlarang.
Hingga saat ini, banyak maskapai internasional memilih untuk membatalkan jadwal penerbangan demi menghindari risiko salah sasaran udara.
Ketidakpastian ini diperparah dengan belum adanya kesepakatan konkrit dalam meja perundingan yang tengah diklaim oleh pemerintah Amerika.
Dunia kini menanti apakah langkah diplomasi mampu meredam rencana serangan darat yang bisa memicu perang total.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur