News / Metropolitan
Senin, 30 Maret 2026 | 12:54 WIB
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (Suara.com/Tsabita Aulia)
Baca 10 detik
  • Tumpukan sampah setinggi lima hingga enam meter menggunung di Pasar Induk Kramat Jati pada Senin (30/3/2026) siang.
  • Petugas membersihkan lokasi menggunakan alat berat, namun belum ada truk pengangkut menuju tempat pembuangan akhir.
  • Penundaan pengangkutan sampah disebabkan oleh kendala operasional di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang.

Suara.com - Pemandangan tak sedap menyambut pengunjung dan pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (30/3/2026) siang.

Tumpukan sampah setinggi lima hingga enam meter terlihat menggunung tepat di depan area pasar sayur dan buah. Kondisi ini menimbulkan aroma menyengat yang mengganggu aktivitas di sekitar lokasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 10.30 WIB, gunungan sampah tersebut didominasi limbah basah berupa sisa sayuran dan buah yang telah membusuk. Selain itu, terlihat pula tumpukan peti kayu bekas wadah komoditas pasar yang berserakan di antara sampah lainnya.

Situasi semakin diperparah oleh keluarnya cairan berlendir dari limbah basah tersebut. Akibatnya, akses jalan di sekitar area pasar menjadi becek dan licin, disertai bau busuk yang tajam sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pembersihan Gunakan Alat Berat

Pada Senin siang, petugas kebersihan pasar terus berupaya menangani tumpukan sampah tersebut. Proses pembersihan diketahui telah berlangsung sejak pagi hari dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk dan merapikan tumpukan sampah yang meluber.

Meski alat berat terus bekerja, hingga pukul 10.30 WIB belum terlihat adanya truk pengangkut sampah yang datang ke lokasi untuk membawa limbah ke tempat pembuangan akhir.

Sampah Menggunung di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (Suara.com/Tsabita Aulia)

Terkendala Kondisi Bantar Gebang

Menanggapi kondisi ini, perwakilan Bidang Perawatan Pengelola Pasar Induk Kramat Jati, Ricardo, mengungkapkan bahwa distribusi sampah dari pasar mengalami kendala di titik akhir, yakni Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Baca Juga: Miris, Pandawara Tunjukkan Banyak Amplop THR Bekas Ditemukan di Sungai

“Setiap hari memang ada pengangkutan, hanya saja saat ini terjadi penundaan,” ujar Ricardo saat ditemui di lokasi, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, keterlambatan armada pengangkut juga dipengaruhi oleh kondisi di lokasi pembuangan akhir, termasuk peristiwa longsor yang sempat terjadi di Bantar Gebang.

“Karena ada penundaan, ditambah kejadian kemarin (longsor) di Bantar Gebang,” tambahnya.

Pengangkutan Biasanya Rutin

Sementara itu, salah seorang pedagang bawang merah di pasar tersebut mengatakan bahwa penumpukan sampah memang kerap terjadi setiap hari. Namun, tumpukan hingga mencapai lima hingga enam meter baru kali ini terjadi.

Ia juga membenarkan bahwa pengangkutan sampah biasanya dilakukan setiap hari hingga siang hari.

Load More