News / Nasional
Senin, 30 Maret 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi anggota TNI yang juga pasukan perdamaian. (Ist)
Baca 10 detik
  • Gugurnya satu prajurit TNI dalam misi UNIFIL Lebanon mendorong DPR desak evaluasi total misi tersebut.
  • Insiden tersebut dipicu serangan artileri Israel terhadap personel perdamaian PBB di Lebanon pada Minggu (29/3).
  • Dampak langsung insiden itu adalah satu prajurit gugur dan tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka serius.

Suara.com - Gugurnya seorang prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon memicu reaksi keras dari parlemen. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi total, bahkan mempertimbangkan penarikan mundur pasukan TNI dari wilayah konflik tersebut.

Langkah ini diambil menyusul situasi di Lebanon yang dinilai sudah tidak lagi kondusif untuk misi perdamaian setelah serangan artileri Israel menyasar personel UNIFIL.

Dave Laksono menekankan bahwa keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pemerintah perlu mengkaji ulang apakah keberadaan TNI di sana masih efektif sebagai penjaga perdamaian atau justru terjebak menjadi target serangan di tengah perang yang berkecamuk.

"Fungsi kita ini adalah untuk menjaga perdamaian. Nah, jelas di sana ini tidak terjadi perdamaian, justru terjadi pertempuran. Nah, jadi ya kalau begitu ya tidak bisa melaksanakan misi kita," tegas Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Dave juga menyoroti langkah negara lain, seperti Italia, yang mulai bersiap menarik pasukannya dari kawasan tersebut. Ia menilai Indonesia harus berani mengambil sikap tegas demi melindungi nyawa prajuritnya.

"Kita serahkan itu kepada pemerintah yang mengetahui persis kondisinya seperti apa. Kita kan hanya melihat informasi perkembangan," tambahnya.

Satu Gugur, Tiga Luka-Luka

Tragedi ini dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Pertahanan. Satu personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) dinyatakan gugur akibat serangan artileri Israel pada Minggu (29/3). Tak hanya itu, tiga prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan kabar duka tersebut.

Baca Juga: Detik-detik Prajurit TNI Gugur di Perang Timur Tengah

"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," ujar Rico saat dikonfirmasi di Jakarta.

Rico menjelaskan bahwa insiden mematikan ini merupakan dampak langsung dari eskalasi konflik yang terus meningkat di wilayah Lebanon. Saat ini, fokus utama adalah memberikan penanganan medis terbaik bagi korban luka dan mengoordinasikan langkah selanjutnya terkait situasi keamanan di lapangan. (Antara)

Load More