Co-Founder Climate Impact Lab dan Direktur Institute for Climate and Sustainable Growth and Energy Policy Institute di University of Chicago, Michael Greenstone menjelaskan bahwa temuan ini mengungkap realitas di mana jutaan orang diperkirakan meninggal di negara-negara yang sebenarnya paling sedikit berkontribusi terhadap penyebab perubahan iklim.
“Laporan ini mengungkap salah satu ironi paling kejam dari perubahan iklim. Diproyeksikan akan membunuh jutaan orang di negara-negara yang umumnya paling sedikit berkontribusi terhadap penyebabnya,” ungkap Michael.
Data menunjukkan bahwa satu hari panas dengan suhu rata-rata melebihi 35 derajat Celsius (95 derajat Fahrenheit) dapat meningkatkan angka kematian sebanyak empat jiwa per 1 juta orang.
Oleh karena itu, laporan ini menekankan pentingnya strategi adaptasi yang tepat sasaran. Di negara dengan sumber daya terbatas seperti Bolivia, langkah-langkah adaptasi diperlukan di dataran rendah yang lebih panas dibandingkan wilayah pegunungan yang sejuk.
Efektivitas adaptasi iklim sangat bergantung pada identifikasi wilayah yang paling membutuhkan tindakan dan investasi mana yang memberikan manfaat paling besar.
Laporan ini muncul bertepatan dengan pernyataan PBB yang menyebutkan bahwa keseimbangan iklim Bumi saat ini berada pada titik yang lebih tidak stabil daripada kapan pun dalam sejarah yang tercatat seiring dengan percepatan pemanasan global.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat
-
AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
-
Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur
-
H-1 MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gas Pol Bersihkan Dapur
-
Polisi Panggil Aiman soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Soal Pribadi Tapi Program Tayangan
-
Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon