-
Tiga prajurit TNI gugur dalam dua serangan terpisah di wilayah Lebanon selatan.
-
PBB melakukan penyelidikan mendalam terkait ledakan misterius yang menghancurkan kendaraan patroli Indonesia.
-
Mabes TNI sedang mengupayakan proses pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon ke Indonesia.
"Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya sebagai dua insiden terpisah," kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel.
Tim investigasi internal sedang dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian guna mengumpulkan berbagai bukti fisik di lapangan.
Pernyataan tegas juga datang dari Lacroix yang mengecam keras segala bentuk tindakan kekerasan terhadap tim medis.
Ia menuntut agar semua aktivitas militer yang membahayakan nyawa para penjaga perdamaian global segera dihentikan sepenuhnya.
Keamanan personel internasional kini menjadi prioritas utama di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di perbatasan.
Misi utama UNIFIL di Lebanon selatan adalah memantau stabilitas keamanan di sepanjang garis demarkasi dengan Israel.
Kawasan tersebut memang dikenal sebagai zona merah karena sering menjadi arena pertempuran antara Israel dan Hizbullah.
Keberadaan milisi yang didukung oleh Iran di wilayah itu menciptakan tensi tinggi bagi setiap pasukan penjaga keamanan.
Saat ini tercatat ada sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian dari berbagai penjuru dunia yang bertugas di sana.
Baca Juga: 10 Potret Praka Farizal Rhomadhon yang Tewas karena Serangan Israel di Lebanon
Indonesia sendiri menjadi salah satu kontributor terbesar dengan mengirimkan sekitar 1.200 personel TNI aktif untuk misi tersebut.
Mayjen Aulia Dwi Nasrullah selaku Kapuspen TNI memberikan rincian terkait identitas salah satu korban yang gugur sebelumnya.
Prajurit yang meninggal pada hari Minggu diketahui merupakan bagian dari Kompis C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S.
Nama prajurit yang telah berkorban demi misi perdamaian tersebut diidentifikasi sebagai sosok bernama Praka Farizal Rhomadhon.
Mabes TNI saat ini sedang mengurus seluruh proses administratif agar jenazah almarhum dapat segera dipulangkan ke tanah air.
Keluarga korban di Indonesia telah diinformasikan mengenai musibah ini dan sedang menunggu kepulangan jenazah dengan duka mendalam.
Melalui platform media sosial Antonio Guterres menyampaikan rasa simpati sekaligus kemarahan atas serangan yang menyasar pasukan PBB.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.
Sekjen PBB menekankan bahwa penyerangan terhadap personel perdamaian dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Dunia internasional kini mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk menghormati keselamatan para prajurit yang mengenakan baret biru.
Situasi di Lebanon selatan tetap dalam kondisi siaga tinggi menyusul tewasnya tiga prajurit Indonesia dalam waktu singkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis