Suara.com - Pemerintah Indonesia mengutuk keras insiden serangan di Lebanon yang menewaskan seorang prajurit TNI yang menjadi anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
Kementerian Luar Negeri Indonesia juga menyerukan dilakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut.
"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kemlu IndonesiaI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/03).
Secara terpisah, politikus Partai Golkar yang juga anggota DPR Dave Laksono, meminta pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali keberadaan prajurit TNI di Lebanon.
Bila perlu, lanjutnya, segera dilakukan penarikan pasukan TNI dari negara itu.
"Ada baiknya pemerintah melakukan, apa namanya, penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/03).
Sebelumnya, Sekjen PBB Antnio Guterres melalui akun X-nya, Senin (30/03), menyebut satu anggota TNI meninggal dan seorang lainnya mengalami luka serius.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah," tulisnya.
Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia.
Baca Juga: Berapa Gaji Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL di Lebanon?
Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.
Belum ada keterangan resmi yang merinci identitas prajurit TNI yang meninggal dunia dalam serangan tersebut.
Kemlu melaporkan ada tiga anggota TNI lainnya yang cedera setelah "tembakan artileri tidak langsung" di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Minggu (29/03).
Kantor berita Reuters melaporkan, seorang penjaga perdamaian tewas setelah sebuah proyektil meledak di salah satu pos di dekat desa Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan, Minggu.
UNIFIL, tambah Reuters, juga menyebut satu penjaga perdamaian lainnya mengalami luka kritis.
Dilaporkan sejauh ini UNIFIL menyatakan belum mengetahui asal proyektil tersebut.
Kemlu Indonesia menyatakan keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB harus dihormati sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional.
"Segala bentuk ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan merusak upaya kolektif untuk menjaga perdamaian dan stabilitas," ujar Kemenlu Indonesia.
Dalam keterangan lebih lanjut, Kemenlu Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan.
Indonesia, melalui Kemenlu, juga menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Serta, "menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian," tegas Kemlu.
Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Indonesia menyatakan prajurit TNI yang meninggal dalam serangan di Lebanon berada di tengah situasi saling serang artileri.
"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri," kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Senin (30/03).
"Proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," tambahnya.
Menurutnya, terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, serta dua luka ringan.
Berita ini akan diperbarui secara berkala.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali