News / Nasional
Rabu, 01 April 2026 | 09:25 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan. [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan]
Baca 10 detik
  • Rajiv minta Kemenhut memperkuat koordinasi daerah guna menghadapi ancaman kemarau panjang tahun 2026.
  • Provinsi Riau mencatat 302 titik panas dengan luas kebakaran 2.713,26 hektare selama periode Januari hingga Maret 2026.
  • Pemerintah didorong melakukan deteksi dini, patroli terpadu, penegakan hukum tegas, serta edukasi masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan.

Di sisi lain, Rajiv mengingatkan pentingnya pendekatan persuasif dan edukasi kepada masyarakat di daerah rawan agar mencari alternatif pembukaan lahan yang lebih ramah lingkungan.

“Masyarakat harus diberi pemahaman dan solusi alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Perlu pendekatan yang lebih persuasif, tidak hanya penegakan hukum,” katanya.

Lebih lanjut, Rajiv memperingatkan bahwa dampak karhutla bisa melampaui batas administratif negara (asap lintas batas), sehingga memerlukan komitmen bersama di tingkat regional.

“Karhutla ini bukan hanya isu lokal, tapi regional. Kita harus punya komitmen bersama untuk mencegahnya. Jadi pemerintah harus memperkuat kerja sama regional dalam mengantisipasi dan menangani karhutla, termasuk berbagi teknologi dan informasi terkait mitigasi kebakaran,” pungkasnya.

Load More