News / Internasional
Rabu, 01 April 2026 | 11:08 WIB
Pasukan perdamaian PBB UNIFIL
Baca 10 detik
  • Investigasi PBB menemukan puing peluru tank Israel di lokasi gugurnya Praka Farizal Romadhon.

  • Prajurit TNI tersebut meninggal akibat hantaman artileri saat bertugas di markas Indobatt Lebanon.

  • TNI dan KBRI Beirut kini sedang memproses pemulangan jenazah almarhum ke Indonesia.

Mayjen Aulia Dwi Nasrullah yang menjabat sebagai Kapuspen Mabes TNI memberikan penjelasan mendalam terkait langkah lanjutan yang diambil institusi.

Saat ini, pihak militer Indonesia sedang bergerak cepat untuk mengurus segala persyaratan administratif demi memulangkan jenazah ke keluarga tercinta.

Proses koordinasi yang intens terus dijalin dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berkedudukan di Beirut guna memperlancar prosedur pemulangan.

Untuk sementara waktu, raga sang prajurit disemayamkan dengan penuh penghormatan di East Sector Headquarters (HQ) sebelum diterbangkan ke Indonesia.

TNI berkomitmen untuk memastikan almarhum mendapatkan penghormatan terakhir yang layak atas dedikasi luar biasanya di kancah internasional.

Meskipun indikasi serangan tank sudah mencuat, Mabes TNI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyikapi situasi geopolitik yang memanas.

Pemerintah Indonesia masih menunggu pernyataan tertulis dan hasil final dari tim investigasi gabungan yang dibentuk oleh pihak UNIFIL.

Langkah ini diambil agar informasi yang disampaikan kepada publik memiliki landasan hukum yang kuat dan komprehensif terkait serangan artileri tersebut.

Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa situasi keamanan yang sangat tidak stabil di wilayah perbatasan menjadi faktor risiko yang sangat tinggi.

Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris

Aulia Dwi Nasrullah menyatakan bahwa intensitas konflik yang meningkat di wilayah tersebut menjadi latar belakang terjadinya serangan artileri ini.

Kehilangan ini meninggalkan duka mendalam mengingat masa tugas almarhum yang sebenarnya akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Praka Farizal Romadhon diketahui telah mengabdikan dirinya dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB sejak bulan April 2025 silam.

Berdasarkan jadwal rotasi pasukan, prajurit pemberani ini seharusnya kembali menginjakkan kaki di tanah air pada bulan Mei 2026 mendatang.

Namun, takdir berkata lain setelah eskalasi militer di wilayah Lebanon Selatan merenggut nyawanya saat sedang mengemban tugas mulia.

Kini seluruh rekan sejawat dan rakyat Indonesia mendoakan agar jasa-jasa almarhum dalam menjaga kedamaian global mendapat tempat terbaik.

Load More