- Tasnim News Agency asal Iran mendesak warga sipil Israel segera melengserkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu demi keamanan regional.
- Media Iran menuding konflik dipicu ambisi pemimpin negara Barat demi menguasai sumber daya alam dan ladang minyak.
- Pihak Iran mengklaim telah menggeser neraca kekuatan militer serta memprediksi Amerika Serikat akan segera meninggalkan kawasan Timur Tengah.
Suara.com - Sebuah narasi keras yang ditujukan langsung kepada warga sipil Israel baru saja diterbitkan oleh sebuah kantor berita asal Iran.
Situs web berbahasa Ibrani milik Tasnim News Agency mendesak warga Israel untuk segera melengserkan Perdana Menteri mereka, Benjamin Netanyahu.
Seruan ini diklaim sebagai satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan diri mereka dari jurang ketidakstabilan kawasan yang semakin dalam.
Narasi tersebut diterbitkan di tengah eskalasi konflik berdarah antara Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran yang terus memakan banyak korban.
"Satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri Anda adalah menyingkirkan orang gila bernama Netanyahu," demikian bunyi pembuka artikel tersebut.
Media tersebut menyoroti masifnya gelombang protes anti-perang yang kini mulai menjalar luas di jalanan Amerika Serikat dan Israel.
Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak warga sipil agar sejenak merenungkan akar penyebab terjadinya kampanye militer mematikan ini.
Pihak Teheran menuding bahwa peperangan ini sengaja dipaksakan kepada mereka dengan tujuan akhir untuk meruntuhkan kedaulatan negara.
Mereka meyakini bahwa AS dan sekutunya berencana untuk mengambil kendali penuh dan mengeksploitasi sumber daya alam, terutama ladang minyak Iran.
Baca Juga: 'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
"Konflik ini lahir dari ambisi berlebihan dan keputusan gila para pemimpin Anda, Netanyahu dan Trump," tulis media Iran tersebut.
Dalam waktu yang relatif singkat, mereka mengklaim bahwa neraca kekuatan militer di kawasan Timur Tengah telah mengalami pergeseran yang sangat drastis.
Iran sesumbar telah berhasil menciptakan realitas baru di lapangan yang membuat lawan-lawan mereka kini berada dalam posisi yang sangat sulit.
Amerika Serikat bahkan diklaim sedang berjuang keras hanya untuk bisa membuka celah kecil bagi armada mereka di Selat Hormuz yang strategis.
Jalur perairan yang dulunya dianggap sebagai masalah biasa, kini telah menjelma menjadi titik fokus utama dan tujuan utama dari peperangan ini.
Pada fase peperangan selanjutnya, mereka meramalkan bahwa satu-satunya tujuan Israel hanyalah berusaha menghentikan serangan destruktif Iran ke wilayah pendudukan.
Berita Terkait
-
Efek Perang Iran: Tak Hanya BBM, Harga HP di Indonesia Terancam Naik!
-
Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang
-
Amerika Serikat Catut Dunia Tak Akui Iran Kuasai Selat Hormuz
-
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini Usai Trump Sebut AS 'Tinggalkan' Perang Iran
-
AS Mau Angkat Kaki dari Iran, Harga Minyak Dunia Meluncur 2,5%
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Perang Iran Vs AS-Israel Terus Memanas, BEM SI Desak Program MBG Dievaluasi Tapi Jangan Disetop
-
Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel
-
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
-
Tak Semua ASN Bisa WFH, Ini Daftar Sektor Pelayanan Publik yang Tetap Wajib Masuk Kantor
-
Update Kasus TPKS Gedung DPP Bapera: Konfrontir Saksi Berujung Ricuh, Polisi Amankan Pelaku
-
WFH ASN Bukan Work From Anywhere, Kemenag Tegaskan Pegawai Harus Standby di Rumah
-
Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB
-
Belajar dari Zebra Cross 'Pac-Man', Pemprov DKI Diminta Wadahi Kreativitas Warga di Fasilitas Publik
-
Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang
-
DPR Minta Pemerintah Awasi Ketat ASN yang WFH Jumat: Harus Benar-benar Kerja!