- KPK mendalami dugaan suap pengurusan cukai rokok di Ditjen Bea dan Cukai yang melibatkan oknum pejabat serta pengusaha.
- Penyidik memeriksa pengusaha rokok Liem Eng Hwie pada 31 Maret 2026 untuk mengonfirmasi mekanisme cukai di lapangan.
- Penyidikan berlanjut pasca penahanan tersangka Budiman Bayu Prasojo guna mengungkap manipulasi administrasi yang merugikan keuangan negara.
KPK menegaskan bahwa pemanggilan para pengusaha ini bukan tanpa alasan. Ada kebutuhan mendesak untuk membandingkan antara regulasi yang tertulis dengan praktik yang terjadi di meja-meja birokrasi Bea Cukai.
Investigasi ini diharapkan mampu mengungkap apakah ada sistem yang sengaja dibuat lemah untuk memfasilitasi praktik suap.
Menurut dia, keterangan para pengusaha rokok ini diperlukan oleh penyidik untuk membuat terang perkara yang sedang diusut.
Fokus utama penyidik adalah menemukan titik temu antara kebijakan importasi dengan realitas operasional yang dihadapi para pengusaha saat berurusan dengan otoritas cukai.
“Kami ingin melihat bagaimana proses dan prosedur yang dilalui, bagaimana yang seharusnya dilakukan, bagaimana kemudian kondisi di lapangan, ya,” ujar Budi.
Langkah KPK ini merupakan bagian dari upaya besar untuk membersihkan instansi Bea Cukai dari praktik korupsi yang sistemik. Informasi yang digali dari para saksi akan dikonfrontasi dengan bukti-bukti dokumen maupun temuan elektronik yang telah disita sebelumnya.
Setiap detail mengenai pertemuan, kesepakatan, hingga aliran dana menjadi objek penelitian tim audit forensik KPK.
“Tentunya informasi dan keterangan dari saksi yang dipanggil ini untuk melengkapi juga penyidikan perkara yang sedang berjalan,” tambah dia.
Kasus ini sendiri mulai mencuat ke publik setelah adanya indikasi kuat mengenai permainan kuota atau manipulasi tarif cukai yang melibatkan produsen rokok di wilayah Pulau Jawa.
Baca Juga: KPK Ungkap Tersangka Kasus Haji Ketum Kesthuri Berada di Arab Saudi
Modus yang diduga digunakan adalah pemberian sejumlah uang kepada pejabat Bea Cukai agar proses administrasi cukai dapat berjalan mulus atau bahkan mendapatkan keringanan yang tidak sah secara hukum.
Sebelumnya, KPK menduga ada produsen rokok yang memberi suap ke pihak Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) untuk mengakali cukai berasal dari wilayah Pulau Jawa.
Dugaan ini semakin menguat seiring dengan ditetapkannya tersangka dari internal DJBC yang memiliki posisi strategis dalam pengawasan cukai.
Penyidikan ini mencapai babak baru setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menjerat salah satu pejabat penting di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sosok tersebut adalah Budiman Bayu Prasojo, yang memegang jabatan krusial dalam struktur intelijen cukai.
Hal ini terungkap setelah Budiman Bayu Prasojo selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada Jumat (27/2/2026).
Penahanan Budiman menjadi pintu masuk bagi KPK untuk menelusuri lebih jauh siapa saja pengusaha yang terlibat dalam skema pemberian suap tersebut, termasuk mendalami peran Liem Eng Hwie dan kolega bisnisnya dalam ekosistem industri rokok di tanah air.
Berita Terkait
-
KPK Ungkap Tersangka Kasus Haji Ketum Kesthuri Berada di Arab Saudi
-
Gus Yaqut Bantah Terima Uang 30 Ribu USD dari Maktour dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Penetapan Tersangka Baru Kasus Haji Patahkan Klaim Yaqut Tak Terima Uang
-
KPK Ungkap Aliran Dana USD 406 Ribu Kepada Gus Alex di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Direktur Maktour Diduga Beri Gus Alex dan Pejabat Kemenag Ribuan Dolar AS Demi Kuota Haji Khusus
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub