-
Menteri Luar Negeri Iran menuntut penghentian perang total dan menolak opsi gencatan senjata.
-
Komunikasi dengan Amerika Serikat ditegaskan hanya pertukaran pesan dan bukan merupakan negosiasi formal.
-
Iran menjamin Selat Hormuz tetap terbuka kecuali bagi negara yang menunjukkan sikap permusuhan.
Suara.com - Pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan posisi diplomatik yang sangat keras terkait eskalasi perang saat ini.
Teheran secara eksplisit menolak opsi gencatan senjata sementara sebagai solusi penyelesaian ketegangan di kawasan tersebut.
Abbas Araghchi menekankan bahwa fokus utama negaranya adalah penghentian permusuhan secara menyeluruh dan permanen tanpa pengecualian.
Selain penghentian perang, pihak Iran menuntut adanya jaminan konkret agar tidak ada serangan serupa yang terjadi kembali.
Tuntutan tersebut juga mencakup kompensasi atas kerugian yang dialami selama periode konflik berlangsung hingga detik ini.
Klarifikasi mengenai hubungan diplomatik dengan Washington disampaikan langsung oleh Araghchi dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media internasional.
Menlu Iran tersebut menegaskan bahwa interaksi yang terjadi selama ini bukanlah sebuah meja perundingan yang bersifat resmi.
Menurutnya, hubungan yang terjalin saat ini hanya sebatas jalur komunikasi untuk menyampaikan pesan antar kedua belah pihak.
Proses penyampaian pesan ini dilakukan secara langsung maupun melibatkan pihak ketiga sebagai perantara di wilayah regional.
Baca Juga: Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026
"Kontak dengan AS bukanlah negosiasi, melainkan pertukaran pesan, baik secara langsung maupun lewat perantara di kawasan," kata Araghchi.
Nama utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff, muncul dalam keterangannya sebagai pihak yang terus mengirimkan komunikasi kepada Teheran.
Namun Araghchi memperingatkan agar pengiriman pesan tersebut tidak disalahpahami sebagai dimulainya proses negosiasi formal antar negara.
Seluruh korespondensi yang masuk dikelola secara ketat melalui kementerian luar negeri dan unit keamanan terkait secara terbatas.
Dirinya memastikan tidak ada pembicaraan rahasia yang melibatkan oknum tertentu di luar otoritas resmi pemerintahan Iran.
Semua langkah diplomasi ini berjalan di bawah pengawasan ketat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebagai pemegang mandat.
Mengenai kabar beredar tentang lima belas usulan dari pihak Amerika, Araghchi memberikan bantahan yang cukup kuat.
Ia menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun respons resmi yang dikirimkan oleh pihak Teheran.
Iran juga mengklaim belum mengajukan syarat-syarat khusus atau usulan tandingan dalam merespons pesan dari pihak Washington tersebut.
Belum ada konsensus atau keputusan politik yang diambil terkait kemungkinan duduk bersama dalam sebuah meja perundingan resmi.
Araghchi secara khusus menyinggung gaya komunikasi pemimpin Amerika Serikat dalam menghadapi situasi sensitif di Timur Tengah saat ini.
"Rakyat Iran tidak bisa diancam," tegas Araghchi saat memberikan pernyataan mengenai tekanan diplomatik yang mereka hadapi dari luar.
Ia juga menyampaikan pesan terbuka agar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggunakan pendekatan komunikasi yang jauh lebih sopan.
"Minta Presiden AS Donald Trump untuk berbicara dengan hormat," ucapnya sebagai peringatan terhadap retorika yang berkembang saat ini.
Sektor keamanan maritim juga menjadi sorotan utama dalam pernyataan resmi kementerian luar negeri Iran tersebut kepada publik.
Araghchi memastikan bahwa jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz masih beroperasi secara normal bagi dunia internasional secara luas.
Akses pelayaran di wilayah perairan strategis tersebut hanya akan dibatasi bagi entitas yang menunjukkan sikap permusuhan terhadap Iran.
"Selat Hormuz sepenuhnya tetap terbuka dan hanya dibatasi bagi pihak-pihak yang melakukan permusuhan terhadap Iran," tegasnya kembali.
Pemerintah Iran telah menetapkan serangkaian prosedur untuk memastikan keselamatan kapal-kapal yang berasal dari negara-negara sahabat mereka.
Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas ekonomi dan arus logistik di salah satu jalur minyak terpenting di dunia.
Kebijakan ini sekaligus menjadi pesan bahwa Iran memiliki kendali penuh atas wilayah kedaulatan maritim yang mereka miliki saat ini.
Posisi Iran tetap pada pendirian semula yakni mencari keadilan internasional atas segala bentuk agresi yang telah mereka terima.
Teheran menginginkan adanya tatanan keamanan baru yang memberikan perlindungan jangka panjang bagi stabilitas dalam negeri mereka secara menyeluruh.
Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih terus dipantau secara intensif oleh seluruh jajaran elit politik dan keamanan Iran.
Diplomasi melalui pesan singkat dianggap sebagai satu-satunya cara menghindari kesalahpahaman fatal di tengah situasi yang sangat panas.
Araghchi mengakhiri pernyataannya dengan menekankan bahwa kedaulatan nasional Iran adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam negosiasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Lebaran Gaya Sultan, Wamenhub Suntana Ungkap Lonjakan Order Jet Pribadi di Tengah Konflik Global
-
Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati Roboh Diterjang Gunungan Sampah, Warga: Takut Ambruk Lagi
-
KPK Periksa Pengusaha Rokok Jatim Martinus Suparman dalam Kasus Suap Bea Cukai
-
Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?
-
ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Dampak Efisiensi Anggaran
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Harga BBM Amerika Meroket, Rakyat Mulai Ngamuk ke Donald Trump: karena Perang Bodoh!
-
Adopsi Strategi Mao Zedong, Rahasia 'Pertahanan Mosaik' Iran yang Bikin AS-Israel Pusing
-
Drone Iran Hancurkan Pangkalan Pilot Militer AS di Saudi, Hantam 200 Personel
-
KPK Cecar Legal Lippo Cikarang Soal Pembelian Rumah Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara