-
Investigasi PBB menemukan puing peluru tank Israel di lokasi gugurnya Praka Farizal Romadhon.
-
Prajurit TNI tersebut meninggal akibat hantaman artileri saat bertugas di markas Indobatt Lebanon.
-
TNI dan KBRI Beirut kini sedang memproses pemulangan jenazah almarhum ke Indonesia.
Suara.com - Kabar duka menyelimuti tanah air setelah seorang pasukan perdamaian PBB asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia di wilayah konflik Lebanon Selatan.
Hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai mengungkap tabir di balik peristiwa tragis tersebut.
Berdasarkan laporan terkini, proyektil yang diluncurkan oleh tank milik militer Israel atau IDF diduga kuat menjadi pemicu utama gugurnya personel TNI.
Kejadian mematikan ini berlangsung pada Minggu malam saat sebuah ledakan besar menghantam koordinat posisi UNIFIL yang berada di sekitar area Adchit al Qusayr.
Meskipun awalnya sumber ledakan belum teridentifikasi secara pasti, tim pencari fakta mulai menemukan titik terang mengenai asal-usul serangan.
Seorang informan dari internal PBB menyebutkan bahwa arah tembakan tersebut berasal dari moncong tank militer Israel yang beroperasi di perbatasan.
Keyakinan ini didasarkan pada fakta lapangan terkait penemuan material sisa ledakan yang tercecer di lokasi kejadian perkara.
Sumber di PBB kemudian mengatakan bahwa penyelidikan telah menunjukkan bahwa tembakan berasal dari sebuah tank Israel, dan menambahkan bahwa “puing-puing dari peluru tank telah ditemukan” di lokasi tersebut.
Data ini menjadi bukti krusial yang memperkuat indikasi adanya serangan langsung ke zona aman tempat para penjaga perdamaian bertugas.
Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris
Pihak berwenang masih terus mengumpulkan data tambahan untuk memperkuat laporan kronologi penyerangan yang menewaskan anggota pasukan biru tersebut.
Di sisi lain, markas besar Tentara Nasional Indonesia secara resmi telah memberikan konfirmasi mengenai identitas prajurit yang menjadi korban.
Sosok tersebut adalah Praka Farizal Romadhon yang dikabarkan wafat setelah posisinya terkena hantaman artileri berat di wilayah selatan Lebanon.
Hantaman proyektil mematikan itu terjadi tepat di markas Indobatt UNP 7-1, sebuah titik tugas strategis di bawah kendali pasukan UNIFIL.
Kolonel Inf Mustafa Kamal selaku Kapendam Iskandar Muda mengonfirmasi bahwa almarhum merupakan bagian dari unit tempur Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti.
Dalam menjalankan misi internasional ini, Praka Farizal tergabung ke dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi