- Pemerintah memberlakukan kebijakan WFH bagi ASN setiap hari Jumat mulai 1 April 2026 demi penghematan energi.
- Anggota DPR RI Deddy Yevri Sitorus meragukan efektivitas kebijakan tersebut dalam menekan konsumsi BBM nasional secara signifikan.
- Pemerintah diminta melakukan evaluasi kebijakan berdasarkan data mobilitas serta dampak ekonomi riil setelah beberapa minggu pelaksanaan.
Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, melontarkan kritik dan pertanyaan terkait kebijakan pemerintah yang menetapkan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, yang mulai berlaku pada 1 April 2026 hari ini.
Ia mengaku heran dengan pemilihan hari Jumat sebagai waktu WFH.
Ia meragukan kebijakan tersebut dapat efektif menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai dengan tujuan penghematan energi yang dicanangkan pemerintah.
“Ya terus terang saya bingung jika hari Jumat yang dipilih untuk WFH, karena ada potensi bahwa itu tidak akan efektif menekan konsumsi BBM,” ujar Deddy kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).
"Kita lihat saja dulu seberapa efektif pilihan nanti dan sangat mungkin dievaluasi, apalagi jika perang timur tengah terus berkepanjangan," katanya menambahkan.
Lebih lanjut, politisi PDI-Perjuangan ini mempertanyakan alasan pemerintah memilih hari yang berhimpitan dengan akhir pekan (long weekend).
Menurutnya, penetapan hari WFH seharusnya didasarkan pada kajian mendalam yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Saya tidak mengerti apa dasarnya memilih long weekend sebagai hari WFH, untuk itu kita menunggu dulu penjelasan pemerintah. Karena untuk memutuskan hari WFH itu harus ada hitung-hitungan psikososial, proyeksi aktivitas ekonomi, pola mobilitas dan konsumsi publik serta banyak hitungan lain berdasarkan berbagai skenario,” tegasnya.
Deddy menyarankan agar pemerintah memantau secara berkala data di lapangan sebelum mengambil kesimpulan tetap.
Baca Juga: Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya
Ia menekankan pentingnya melihat grafik konsumsi BBM dan intensitas pergerakan kendaraan setelah kebijakan ini berjalan.
“Nanti kan bisa dilihat grafik konsumsi BBM, data mobilitas warga/kendaraan dari sebaran dan intensitas. Mari kita lihat setelah dua atau tiga minggu ke depan sebelum melakukan evaluasi,” pungkasnya.
Kebijakan WFH setiap Jumat ini sebelumnya diputuskan pemerintah sebagai langkah strategis untuk merespons dinamika harga minyak dunia yang terdampak oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Namun, Deddy meminta agar akurasi kebijakan tersebut diuji kembali melalui data mobilitas dan ekonomi riil dalam beberapa minggu ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
Terkini
-
Kejagung Geledah Kantor KSOP Kalsel dan Kalteng Terkait Kasus Korupsi Samin Tan
-
Cara Memperbaiki Data NISN yang Salah dan Tidak Sesuai
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gibran Sampaikan Duka Cita: Saya Dukung Penuh Investigasi PBB
-
Masih Berlangsung, KPK Geledah Rumah Ono Surono di Kasus Suap Ijon Bekasi
-
Deforestasi Indonesia Melonjak 66 Persen di 2025, Papua hingga Kalimantan Paling Terdampak
-
Tentara Israel soal TNI Tewas di Lebanon: Kejadian Begitu Biasa di Area Pertempuran
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Investigasi Menyeluruh: Jangan Terburu-Buru Tarik Pasukan
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Geger Kasus Amsal Sitepu, DPR akan Panggil Kajari Karo, Singgung Ada Perlawanan dari APH Kotor
-
'Hilal' Perang Iran Berakhir Sudah Terlihat