- Kejagung menggeledah kantor KSOP di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terkait kasus korupsi pertambangan ilegal PT AKT.
- Penyidik menyita dokumen pelayaran, bukti elektronik, kendaraan, dan alat berat sebagai bagian dari proses penelusuran aset hasil kejahatan.
- Kejagung menetapkan Samin Tan sebagai tersangka dan kini mendalami keterlibatan penyelenggara negara serta upaya pemulihan kerugian keuangan negara.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menggeledah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pertambangan batu bara ilegal PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).
Informasi penggeledahan tersebut disampaikan oleh Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI Syarief Sulaeman Nahdi.
"Penggeledahan di Kalsel (Kabupaten Banjar) dan Kalteng (Palangkaraya)," kata Syarief dikutip dari ANTARA, Rabu (1/4/2026).
Syarief menjelaskan penggeledahan berlangsung pada Selasa (31/3/2026) siang hingga malam. Dalam kegiatan tersebut penyidik turut menyita sejumlah barang bukti.
"Yang disita dokumen-dokumen pelayaran terkait perusahaan tersangka dan barang bukti elektronik," ungkapnya.
Geledah 14 Lokasi
Sebelumnya, Kejagung RI telah menggeledah 14 lokasi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi tambang ilegal batu bara PT AKT di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Serangakain penggeledahan ini dilakukan setelah penyidik menetapkan Samin Tan sebagai tersangka. Ia ditetapkan tersangka selaku beneficial ownership yang mengendalikan perusahaan tersebut.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Anang Supriatna mengatakan 14 lokasi yang digeledah itu berada di DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari
"Dari hasil penggeledahan dan penyitaan, saat ini sudah dikumpulkan beberapa barang bukti, baik itu berupa dokumen maupun alat bukti elektronik, juga beberapa alat berat di lokasi tambang, kendaraan-kendaraan," katanya.
Kekinian menurut Anang penyidik sedang mendalami dugaan keterlibatan penyelenggara negara dalam kasus itu. Di samping juga berupaya melakukan pemulihan kerugian negarayang timbul akibat kejahatan tersbut.
"Kegiatan penggeledahan dan penyitaan ini dalam rangka asset tracing (penelusuran aset) terhadap aset-aset yang diduga itu terkait atau dari hasil kejahatan itu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang