Suara.com - Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi cerminan kuat semangat gotong royong nasional. Puluhan ribu personel dari berbagai kementerian dan lembaga, aparat TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga relawan kemanusiaan non—pemerintah terus bekerja bersama di lapangan, memastikan setiap tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan beriringan.
Sejak fase awal penanganan, pengerahan personel dilakukan secara besar-besaran melalui mobilisasi nasional. Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan keterlibatan lintas sektor menjadi kunci percepatan penanganan di wilayah terdampak.
“Mobilisasi dari awal yang dilakukan oleh pemerintah itu sudah mobilisasi nasional yang dipimpin langung Bapak Presiden. totalnya saat itu mencapai sekitar 92 ribu personel dari semua kementerian dan lembaga, belum termasuk relawan non-pemerintah,” ujar Tito di Jakarta, Rabu (25/3/2025).
Memasuki fase rehabilitasi, jumlah personel disesuaikan dengan kondisi yang semakin terkendali. Data Satgas PRR pada 31 Maret 2026 mencatat 23.618 personel lintas kementerian/lembaga dan sekolah kedinasan masih bertugas di wilayah terdampak bencana. Pe
Keterlibatan relawan lintas lembaga ini terlihat nyata dalam berbagai sektor pemulihan. Pembangunan hunian sementara (huntara) menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi tersebut. Selain dikerjakan oleh pemerintah melalui BNPB, Kementerian PU, dan dukungan TNI-Polri, pembangunan juga melibatkan berbagai organisasi masyarakat dan lembaga filantropi seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, serta berbagai yayasan kemanusiaan lainnya. Hingga 31 Maret 2026, progres pembangunan huntara telah mencapai sekitar 84 persen, dengan 16.360 unit huntara telah selesai dibangun di tiga provinsi terdampak. Capaian ini mempercepat relokasi penyintas dari tenda ke hunian yang lebih layak.
Kerja bersama tersebut juga mendorong percepatan pemulihan infrastruktur. Akses jalan nasional dan jembatan nasional kini telah terbuka sepenuhnya secara fungsional, sehingga distribusi logistik tidak lagi terhambat. Di sisi lain,Jembatan-jembatan darurat yang dibangun oleh TNI, Polri, dan kementerian teknis menjadi penghubung vital bagi wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Sementara itu, pembersihan lumpur yang menjadi tantangan utama di wilayah terdampak menunjukkan progres signifikan. Dari ratusan titik yang terdampak, sebagian besar telah berhasil dibersihkan dan mendukung percepatan aktivitas masyarakat. Kemendagri turut menerjunkan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam 3 gelombang untuk membantu pembersihan lumpur.
Pemulihan layanan dasar juga berjalan cepat. Listrik telah pulih di hampir seluruh wilayah, jaringan komunikasi kembali aktif, serta fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas telah kembali melayani masyarakat.
Capaian ini berdampak langsung pada penurunan jumlah pengungsi. Dari kondisi awal yang mencapai lebih dari 2,1 jiwa pada Desember 2025, kini tercatat 36 kepala keluarga yang masih berada di tenda dan terus ditangani secara bertahap.
Baca Juga: Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal
Satgas PRR memastikan semangat gotong royong akan terus dijaga hingga seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi selesai, termasuk pada tahap pembangunan hunian tetap dan normalisasi lingkungan yang masih berjalan. ***
Berita Terkait
-
Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal
-
Gubernur DKI Tunggu Kepastian Pusat soal WFA ASN
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Pemerintah Jepang Pangkas Subsidi BYD Hingga Setengah Harga Demi Lindungi Produk Lokal
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal
-
Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
-
Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol
-
Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh
-
Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone
-
KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M
-
Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!