- Pemerintah menetapkan delapan butir transformasi budaya kerja dan kebijakan energi efektif mulai 1 April 2026.
- Transformasi mencakup WFH ASN setiap Jumat, efisiensi anggaran belanja kementerian, dan percepatan kebijakan biodiesel B50.
- Kebijakan ini diproyeksikan menghasilkan efisiensi total mencapai Rp250 triliun hingga Rp260 triliun.
Suara.com - Pemerintah memaparkan delapan butir transformasi budaya kerja nasional dan kebijakan energi sebagai langkah strategis menghadapi tekanan global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, paket transformasi ini dirancang untuk mendorong efisiensi, produktivitas, serta ketahanan ekonomi dalam jangka menengah hingga panjang.
"Program kebijakan ini disebut dengan delapan butir transformasi budaya kerja nasional," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).
Pertama, menegaskan kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil dengan fundamental yang kuat meski di tengah dinamika global.
"Perlu ditekankan kepada masyarakat kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh," katanya.
Kedua, mencakup transformasi budaya kerja yang lebih efisien. Pemerintah menerapkan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan setiap Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN), mendorong WFH di sektor swasta, membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, serta memangkas perjalanan dinas dalam negeri dan luar negeri.
"Penerapan Work From Home bagi ASN dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu yaitu setiap hari Jumat," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan transportasi publik, penambahan cakupan Car Free Day (CFD), serta memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan normal secara tatap muka.
Kemudian, Ketiga berisi imbauan kepada masyarakat untuk menghemat energi, mengurangi mobilitas, menggunakan transportasi publik, dan tetap produktif dalam menjalankan aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
Selanjutnya, Keempat pemerintah menetapkan kebijakan ini mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.
Lalu, kelima menyoroti potensi penghematan dari kebijakan tersebut, termasuk efisiensi dari penerapan WFH dan pengurangan mobilitas masyarakat.
"Potensi penghematan dari kebijakan Work From Home ini yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM," kata Airlangga.
Keenam, mencakup prioritisasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga dengan mengalihkan anggaran dari pos non-prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial ke program yang lebih produktif.
"Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun," tuturnya.
Setelah itu, ketujuh adalah penerapan kebijakan biodiesel B50 yang mulai berlaku 1 Juli 2026 untuk mengurangi konsumsi BBM fosil sekaligus menekan beban subsidi energi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%