- Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning, Kota Bekasi, pada Rabu malam akibat kebocoran saat proses pemindahan gas berlangsung.
- Petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah ledakan tangki besar dengan menutup katup gas di lokasi kejadian tersebut.
- Kepolisian dan Pemerintah Kota Bekasi melakukan investigasi serta pemanggilan pemilik perusahaan guna memastikan penyebab insiden kebakaran.
Suara.com - Pemerintah Kota Bekasi menyampaikan dugaan awal penyebab kebakaran hebat yang menghanguskan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi pada Rabu (1/4/2026) malam.
Mengacu pada keterangan saksi, api diduga kuat berasal dari kebocoran saat aktivitas pemindahan gas sedang berlangsung.
"Sumber daripada kebakaran, menurut saksi, dari kebocoran pada saat pengisian tabung besar. Jadi, dari mobil ke tabung. Nah, itu yang ada kebocoran di situ," ungkap Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Salah satu warga setempat, Abdul Muhi (36) pun membenarkan dugaan kebocoran gas di lokasi kejadian sebelum kebakaran terjadi.
Ia menggambarkan suasana mencekam yang menyelimuti lokasi saat kepulan gas mulai memenuhi jalanan layaknya kabut tebal yang menyesakkan indra penciuman warga.
"Bau gas juga sudah tercium kuat," kisahnya.
Beruntung, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berhasil mencegah ledakan pada tangki yang paling besar.
"Alhamdulillah, sudah ditangani, sudah ditutup katupnya," papar Harris.
Meski api sudah padam, petugas tetap berjaga ketat di lokasi untuk mengantisipasi adanya kebocoran susulan.
Baca Juga: Damkar Kota Bekasi: Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Imbas Arus Pendek Listrik
Pihak kepolisian pun bergerak cepat dengan melibatkan tim ahli guna menyelidiki adanya unsur kelalaian dalam insiden ini.
"Nah, ini sedang akan melakukan investigasi dari laboratorium forensik Polri. Mereka akan coba lakukan," kata Harris.
Area lokasi kejadian saat ini masih disterilkan dan dilarang dimasuki oleh pihak yang tidak berkepentingan selama proses olah TKP.
Pemkot Bekasi juga berencana memanggil pemilik perusahaan swasta tersebut guna dimintai klarifikasi lebih lanjut.
"Ini kami sedang coba panggil pemiliknya, untuk kami coba klarifikasi. Karena memang yang ada hanya karyawan saja," tutup Harris.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Libur Sekolah Mau Habis? Cek 64 Ribu Tiket Kereta Daop 1 dan Diskon Gede 30 Persen!
-
32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!
-
Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas
-
Sindir Prabowo Soal 'Kebocoran', JPPI: Program MBG Pelaku Utama Pencaplok Dana Guru!
-
Skandal Suap Hutan Kuansing Merembet ke Kemenhut, Peran Pusat Kini Mulai Didalami!
-
Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket
-
Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Sempat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan
-
TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?