News / Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 11:49 WIB
Sejumlah warga melintasi rumah terdampak kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026). [ANTARA FOTO/Paramayuda/rwa]
Baca 10 detik
  • Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning, Kota Bekasi, pada Rabu malam akibat kebocoran saat proses pemindahan gas berlangsung.
  • Petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah ledakan tangki besar dengan menutup katup gas di lokasi kejadian tersebut.
  • Kepolisian dan Pemerintah Kota Bekasi melakukan investigasi serta pemanggilan pemilik perusahaan guna memastikan penyebab insiden kebakaran.

Suara.com - Pemerintah Kota Bekasi menyampaikan dugaan awal penyebab kebakaran hebat yang menghanguskan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi pada Rabu (1/4/2026) malam.

Mengacu pada keterangan saksi, api diduga kuat berasal dari kebocoran saat aktivitas pemindahan gas sedang berlangsung.

"Sumber daripada kebakaran, menurut saksi, dari kebocoran pada saat pengisian tabung besar. Jadi, dari mobil ke tabung. Nah, itu yang ada kebocoran di situ," ungkap Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Salah satu warga setempat, Abdul Muhi (36) pun membenarkan dugaan kebocoran gas di lokasi kejadian sebelum kebakaran terjadi.

Ia menggambarkan suasana mencekam yang menyelimuti lokasi saat kepulan gas mulai memenuhi jalanan layaknya kabut tebal yang menyesakkan indra penciuman warga.

"Bau gas juga sudah tercium kuat," kisahnya.

Beruntung, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berhasil mencegah ledakan pada tangki yang paling besar.

"Alhamdulillah, sudah ditangani, sudah ditutup katupnya," papar Harris.

Meski api sudah padam, petugas tetap berjaga ketat di lokasi untuk mengantisipasi adanya kebocoran susulan.

Baca Juga: Damkar Kota Bekasi: Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Imbas Arus Pendek Listrik

Pihak kepolisian pun bergerak cepat dengan melibatkan tim ahli guna menyelidiki adanya unsur kelalaian dalam insiden ini.

"Nah, ini sedang akan melakukan investigasi dari laboratorium forensik Polri. Mereka akan coba lakukan," kata Harris.

Area lokasi kejadian saat ini masih disterilkan dan dilarang dimasuki oleh pihak yang tidak berkepentingan selama proses olah TKP.

Pemkot Bekasi juga berencana memanggil pemilik perusahaan swasta tersebut guna dimintai klarifikasi lebih lanjut.

"Ini kami sedang coba panggil pemiliknya, untuk kami coba klarifikasi. Karena memang yang ada hanya karyawan saja," tutup Harris. 

Load More