News / Metropolitan
Kamis, 02 April 2026 | 11:24 WIB
Petugas berusaha memadamkan api yang membakar rumah warga akibat kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/rwa]
Baca 10 detik
  • Kebakaran SPBE Cimuning di Kota Bekasi pada Rabu malam menyebabkan belasan karyawan dan warga sekitar mengalami luka bakar.
  • Satu keluarga di kontrakan dan beberapa korban lainnya mengalami luka bakar serius dengan tingkat keparahan mencapai 90 persen.
  • Pemkot Bekasi menjamin seluruh biaya pengobatan korban melalui kerja sama BPJS dan layanan kesehatan daerah bagi masyarakat.

Suara.com - Pemerintah Kota Bekasi memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi pada Rabu (1/4/2026) malam.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menyebutkan terdapat belasan orang yang menjadi korban dalam musibah tersebut.

"Dampak yang ada di sekitar sini, tentunya rumah warga beberapa yang terdampak. Korban kurang lebih hampir 14 orang ya," ujar Harris di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Korban dilaporkan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari karyawan perusahaan hingga warga yang sedang melintas di lokasi.

Bahkan, terdapat satu keluarga yang menghuni rumah kontrakan turut menjadi korban keganasan api.

"Ada empat orang itu di dalam rumah. Itu yang terkena luka bakarnya di atas 70 persen," terang Harris.

Di luar itu, ada juga korban yang mengalami luka bakar sangat serius hingga harus dirujuk ke Jakarta.

"Luka bakar sekitar, ada yang 90 persen," ungkap Harris.

Pemkot Bekasi menjamin tidak akan ada warga yang kesulitan biaya pengobatan karena semuanya akan dijamin oleh pemerintah.

Baca Juga: Damkar Kota Bekasi: Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Imbas Arus Pendek Listrik

Mereka telah menyiapkan skema pembiayaan melalui kerja sama dengan BPJS maupun layanan kesehatan daerah.

"Kami dengan BPJS kerja sama. Kalau yang memang tidak punya BPJS, kami punya layanan kesehatan masyarakat dan itu kami akan layani," jelas Harris lagi.

Langkah cepat juga diambil dengan mengirimkan korban yang kritis ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap.

"Yang luka bakar besar, kami segera kirim ke rumah sakit tipe A agar mendapat penanganan yang baik," pungkas Harris.

Load More