News / Internasional
Kamis, 02 April 2026 | 12:29 WIB
Ilustrasi Tentara [Unsplash/Defrino]
Baca 10 detik
  • Tiga personel TNI UNIFIL gugur akibat dua ledakan beruntun di wilayah Lebanon.

  • Dewan Keamanan PBB menuntut penyelidikan tuntas dan perlindungan bagi pasukan perdamaian internasional.

  • PBB mendesak kepatuhan terhadap Resolusi 1701 demi menjaga integritas kedaulatan wilayah Lebanon.

Suara.com - Dunia internasional sedang berduka menyusul kabar duka yang datang dari garis depan perdamaian di wilayah Lebanon.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi mengeluarkan pernyataan mengecam aksi kekerasan yang menelan korban jiwa personel keamanan.

Tiga orang prajurit TNI terbaik asal Indonesia yang mengabdi dalam misi UNIFIL dilaporkan meninggal dunia akibat serangkaian ledakan.

Peristiwa memilukan ini bermula dari sebuah ledakan hebat yang terjadi di area posisi UNIFIL pada tanggal 29 Maret 2026.

Situasi semakin memburuk ketika ledakan kedua menghantam iring-iringan konvoi logistik pasukan perdamaian pada keesokan harinya.

Dukacita Mendalam PBB untuk Indonesia

Pihak PBB mengonfirmasi bahwa selain korban jiwa terdapat lima personel lainnya yang mengalami luka-luka cukup serius.

Dalam rilis resminya para anggota dewan merasa sangat prihatin dengan eskalasi konflik yang terus meningkat tajam.

“Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan kutukan atas insiden-insiden yang menyebabkan wafatnya tiga penjaga perdamaian Indonesia dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), menyusul ledakan di dalam sebuah posisi UNIFIL pada 29 Maret, serta ledakan lain yang menghantam konvoi logistik pada hari berikutnya,” bunyi pernyataan pers Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga: Kecam Serangan ke Pasukan Perdamaian PBB, DPR: Itu Pelanggaran Berat Hukum Internasional

Lembaga tertinggi keamanan dunia tersebut memberikan penghormatan terakhir kepada para pahlawan perdamaian yang telah gugur tersebut.

Mereka memberikan simpati khusus kepada Pemerintah Republik Indonesia yang kehilangan putra-putra terbaik bangsa di medan tugas.

Simpati Global untuk Keluarga Korban

Dukungan moral juga terus mengalir bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini.

“Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia. Para anggota juga menyampaikan belasungkawa kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka mendoakan pemulihan yang cepat dan menyeluruh bagi para korban yang terluka,” lanjut pernyataan tersebut.

Kondisi di sepanjang perbatasan Blue Line saat ini dilaporkan sedang dalam status siaga tinggi dan sangat rawan.

Load More