News / Internasional
Kamis, 02 April 2026 | 12:48 WIB
Inggris inisiasi gerakan undang 35 negara untuk buka jalur di Selat Hormuz. [Google Maps]
Baca 10 detik
  • Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menginisiasi pertemuan virtual bersama 35 negara pada 2 April 2026 mendatang.
  • Agenda utama forum tersebut adalah mencari solusi diplomatik untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.
  • Penutupan jalur vital akibat konflik memicu krisis energi global karena terhentinya distribusi pasokan minyak dan gas.

Suara.com - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengambil langkah strategis di tengah meningkatnya tensi geopolitik global dengan menginisiasi pembicaraan lintas negara terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Jalur laut vital tersebut kini praktis tidak dapat diakses akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (1/4/2026), Starmer mengungkapkan bahwa Inggris akan menggelar pertemuan virtual bersama 35 negara.

Forum ini dipimpin oleh Yvette Cooper dan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (2/4/2026) dengan fokus utama mencari solusi konkret untuk memulihkan akses pelayaran internasional yang terganggu akibat konflik.

"Pertemuan tersebut akan menilai semua langkah diplomatik dan politik yang layak yang dapat kita ambil untuk memulihkan kebebasan navigasi, menjamin keselamatan kapal dan pelaut yang terjebak, dan melanjutkan pergerakan komoditas penting," kata perdana menteri Inggris dikutip dari Al Jazeera.

“Setelah pertemuan itu, kami juga akan mengumpulkan para perencana militer kami untuk melihat bagaimana kami dapat mengerahkan kemampuan kami dan membuat selat tersebut dapat diakses dan aman setelah pertempuran berhenti,” tambah Starmer.

Selat Hormuz memiliki peran krusial dalam rantai pasok energi global. Sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur ini.

Penutupan akses akibat konflik membuat pasar energi global terguncang, dengan harga yang melonjak tajam dalam waktu singkat.

Sejumlah negara pun mulai mengambil langkah darurat, termasuk membuka cadangan energi strategis guna meredam dampak krisis.

Baca Juga: Anak 12 Tahun Direkrut Jadi Tentara Iran Hadapi Perang Timur Tengah

Negara-negara seperti Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Belanda termasuk dalam kelompok yang menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam upaya menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

Namun demikian, Starmer mengingatkan bahwa proses pemulihan tidak akan berlangsung mudah.

“Saya harus jujur kepada orang-orang tentang hal ini. (Pembukaan Kembali) ini tidak akan mudah,” kata Starmer.

Di tengah upaya tersebut, Presiden Donald Trump turut memberikan tekanan kepada negara-negara Eropa.

Ia menilai sekutu-sekutu Washington belum menunjukkan tindakan nyata dalam membuka kembali Selat Hormuz serta dianggap kurang memberikan dukungan terhadap operasi yang sedang berlangsung.

Load More