News / Internasional
Kamis, 02 April 2026 | 11:37 WIB
Gagal turunkan rezim Iran, Donald Trump ngambek dan ancam AS keluar NATO setelah sekutu menolak bantu amankan Selat Hormuz. Hubungan transatlantik di ambang perpecahan.[Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Donald Trump secara serius mempertimbangkan untuk menarik AS keluar dari NATO, menyebut aliansi tersebut sebagai "macan kertas".
  • Ancaman ini dipicu oleh penolakan negara-negara sekutu untuk mengirim kapal perang guna membuka blokade Iran di Selat Hormuz.
  • Menlu AS Marco Rubio turut mempertanyakan eksistensi NATO karena sekutu bahkan menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer untuk operasi.

Suara.com - Kegagalan operasi militer untuk menumbangkan Rezim Iran dengan cepat kini membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menarik negaranya keluar dari pakta pertahanan NATO.

Ancaman mengejutkan ini dilontarkan menyusul kekecewaan mendalam Washington terhadap negara sekutu yang menolak permintaan bantuan militer di Selat Hormuz.

Berbicara kepada surat kabar Inggris The Telegraph, Trump tanpa ragu menyebut aliansi pertahanan transatlantik tersebut tidak lebih dari sekedar macan kertas.

"Saya serius mempertimbangkan untuk mundur dari NATO. Saya selalu tahu bahwa NATO adalah macan kertas."

Trump menekankan bahwa Amerika Serikat secara historis selalu memberikan dukungan otomatis kepada sekutu-sekutunya, namun tidak mendapatkan perlakuan yang sama.

Menggunakan contoh krisis di Eropa Timur, ia menyindir sikap para aliansi yang dinilai tidak memberikan timbal balik yang setimpal.

“Kami ada untuk mereka, mereka tidak ada untuk kami.”

Pernyataan keras ini muncul tepat setelah sejumlah negara sekutu menolak permintaan AS untuk mengirimkan kapal perang demi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selat strategis yang menjadi jalur bagi sekitar 20 persen minyak dunia telah ditutup secara efektif oleh Teheran selama berminggu-minggu, memicu peningkatan harga energi dan meningkatkan risiko resesi global.

Baca Juga: Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

Kekecewaan ini juga diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang merasa negaranya tidak mendapat dukungan yang diharapkan dalam perang melawan Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Rubio secara blak-blakan mengancam sekutu NATO yang tidak mengirimkan bantuan ke Selat Hormuz atau bahkan menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer.

“Kami tidak meminta mereka melakukan serangan udara. Ketika kami perlu menggunakan pangkalan militer mereka, jawabannya adalah 'Tidak.' Lalu mengapa kita berada di NATO?”

Konflik ini sendiri meletus pada tanggal 28 Februari saat Israel dan AS melancarkan serangan militer ketika negosiasi antara Teheran dan Washington masih berlangsung.

Serangan yang ditunjukkan mantan pemimpin Iran Ali Khamenei itu kemudian dibalas dengan rentetan rudal yang menargetkan Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Load More