News / Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 13:55 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Dok. ist)
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 7,6 mengguncang tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48 WIB.
  • BNPB, BMKG, dan Basarnas segera meninjau langsung lokasi terdampak pascagempa untuk memulai koordinasi penanganan darurat bencana.
  • BMKG memastikan peringatan dini tsunami telah berakhir setelah gelombang kecil terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara.

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, segera terbang ke Sulawesi Utara, menyusul gempa magnitudo 7.6 yang mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB.

Pernyataan itu disampaikan Suharyanto saat membuka Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Sulawesi Utara yang disiarkan langsung di YouTube BNPB Indonesia.

Pelaksanaan rapat koordinasi tersebut merupakan arahan langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.

Hadir di Graha BNPB, yakni Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dan Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii.

Sementara hadir melalui daring pejabat terkait serta sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terdampak gempa.

Suharyanto mengatakan langkah-langkah penamganan dampak gempa akan dimulai sampai dengan kondisi pulih.

"Siang ini awal ini kita akan rapat koordinasi mungkin melalui zoom dulu. Setelah itu siang ini sore ini juga kepala BNPB dan pejabat BMKG dan Basarnas juga akan datang ke daerah bencana," kata Suharyanto, Kamis (2/4/2026).

"Khusus saya akan ke Sulawesi Utara dan pejabat dari BMKG dan Hasarnas juga akan ke Sulawesi Utara dan Maluku utara," sambungnya.

Sebelumnya, Pukul 09.56 WIB BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami 4 yang menyatakan peringatan tsunami berakhir.

Baca Juga: Video Detik-detik Tsunami Usai Gempa Sulut M 7.6, Muncul Peringatan di 10 Wilayah

"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa MAG 7,6 dinyatakan berkahir," tulis BMKG dalam pengumuman resminya, Kamis 2 April 2026.

Beberapa menit sebelumnya, BMKG mengeluarkan rekomendasi untuk evakuasi menyeluruh di sejumlah daerah yang telah terdeteksi terjadi gelombang tsunami.

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir.

Daerah yang terdeteksi telah terjadi tsunami pada Pukul 10.37 WITA pasca gempa adalah Belang, Bitung, Bumbulan, Gita, Halmahera Barat, Kedi, Minahasa Utara, Sidangoli, dan Sitaro.

Ketinggian gelombang tsunami bervariasi antara 0.15 meter sampai 0.75 meter.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Jika berada di wilayah pantai dan merasakan guncangan gempa yang kuat, warga disarankan segera menjauh dari garis pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi sebagai langkah mitigasi awal.

Load More