- Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menangani tumpukan sampah pascalebaran dan longsor di TPST Bantargebang melalui penyesuaian operasional pengiriman.
- Penerapan sistem kerja tiga giliran diberlakukan guna memastikan durasi angkut truk tetap di bawah tiga jam bagi pengemudi.
- Pemerintah daerah menargetkan pembersihan seluruh TPS dan pemulihan ritme pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang dalam pekan ini.
Suara.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melakukan akselerasi penanganan tumpukan sampah yang menghiasi sejumlah sudut ibu kota usai libur Lebaran dan insiden longsor di TPST Bantargebang.
Kondisi tersebut memicu penyesuaian operasional pengiriman limbah ke tempat pemrosesan akhir guna menghindari karut-marut antrean truk di akses menuju lokasi.
“Pascalebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik di dalam kota. Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengutip laman resmi Pemprov, Kamis (2/4/2026).
DLH DKI Jakarta menegaskan mereka sudah menerapkan sistem pembagian kerja menjadi tiga giliran atau shift setiap harinya, demi kelancaran alur distribusi.
Pengaturan durasi angkut ini bertujuan memastikan waktu tunggu atau dwelling time armada truk tetap berada di bawah ambang batas tiga jam agar tetap terkendali.
Langkah tersebut juga diprioritaskan untuk memproteksi keselamatan serta kebugaran para pengemudi selama menjalankan tugas berat di lapangan.
“Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah,” tambah Asep.
Saat ini, proses sterilisasi telah membuahkan hasil di TPS Kali Anyar, yang terpantau sudah bersih total dari sisa-sisa pembuangan.
Ketegasan juga ditunjukkan dengan penutupan permanen TPS Rawadas yang merupakan lokasi pembuangan ilegal melalui sinergi lintas sektoral bersama Satpol PP.
Baca Juga: Jakarta 'Dikepung' Sampah, Pramono Anung: Sebentar Lagi Terselesaikan
Penanganan serupa tengah digulirkan di TPS Kencana yang berlokasi di bawah Tol Wiyoto Wiyono, dengan rencana pemasangan pagar besi serta pembangunan posko pengawasan.
DLH mematok target bahwa ritme operasional pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang akan pulih sediakala dalam kurun waktu pekan ini.
Sisa limbah juga diupayakan segera terdistribusi sepenuhnya ke fasilitas pengolahan modern seperti RDF Plant di Rorotan, Jakarta Utara.
“Kami berkomitmen mempercepat penanganan sampah di dalam kota, agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Seluruh jajaran DLH terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal,” pungkas Asep.
Berita Terkait
-
Jakarta 'Dikepung' Sampah, Pramono Anung: Sebentar Lagi Terselesaikan
-
Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati Roboh Diterjang Gunungan Sampah, Warga: Takut Ambruk Lagi
-
Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!
-
Label Dapat Didaur Ulang Starbucks Dipertanyakan, Pakar Ungkap Realitas Sebenarnya
-
Sampah Setinggi 4 Meter Kepung TPS Rawadas, Warga Desak Tambahan Truk: 'Kasihan Masyarakat'
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus