News / Internasional
Kamis, 02 April 2026 | 16:59 WIB
Anthony Albanese (Suara.com)
Baca 10 detik
  • PM Albanese mewajibkan warga Australia beralih ke transportasi umum demi menghemat energi.

  • Australia memesan cadangan bensin darurat dari Amerika Serikat akibat blokade Selat Hormuz.

  • Konflik Iran menyebabkan kenaikan harga bensin dan solar terbesar dalam sejarah Australia.

Guna meringankan beban masyarakat, otoritas setempat juga telah memotong tarif pajak bahan bakar hingga separuh harga.

Pemerintah terus berupaya mencari celah agar produksi energi dalam negeri bisa dipacu lebih maksimal lagi.

Kenaikan Harga BBM Terbesar Dalam Sejarah

"Kami berupaya menurunkan harga bahan bakar, memproduksi lebih banyak bahan bakar di sini, dan menjaganya tetap di dalam negeri," katanya.

Albanese menjelaskan bahwa gejolak di Timur Tengah telah memicu anomali harga pada komoditas bensin dan juga solar.

Kenaikan harga yang terjadi saat ini bahkan disebut sebagai yang paling signifikan sepanjang sejarah berdirinya negara tersebut.

Pemerintah Australia juga memperkuat jalur perdagangan dengan mitra kawasan untuk mendatangkan stok tambahan secara cepat.

"And mendapatkan lebih banyak bahan bakar di sini, menggunakan hubungan perdagangan kita yang kuat dengan kawasan ini untuk membawa lebih banyak bensin, solar, dan pupuk ke Australia," kata Albanese.

Dampak Perang Terhadap Ekonomi Global

Baca Juga: 4 Negara yang Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Lolos ke Piala Dunia 2026

Albanese secara jujur mengakui bahwa kekuatan pemerintah memiliki keterbatasan dalam meredam tekanan ekonomi akibat perang.

"Tidak ada pemerintah yang dapat menjanjikan untuk menghilangkan tekanan yang disebabkan oleh perang ini," ucap Albanese.

Meski situasi sedang penuh ketidakpastian, pemimpin Australia ini tetap optimis masyarakatnya mampu melewati masa sulit.

Nilai solidaritas warga dianggap menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman krisis energi yang sedang melanda dunia.

"Ini adalah masa-masa yang tidak pasti, tetapi saya benar-benar yakin akan hal ini: kita akan menghadapi tantangan ini dengan cara Australia, bekerja sama dan saling menjaga, seperti yang selalu kita lakukan," tegasnya.

Posisi Australia Dalam Konflik Regional

Load More