News / Internasional
Kamis, 02 April 2026 | 16:29 WIB
USS George HW Bush (Wikipedia)
Baca 10 detik
  • Donald Trump mengirim kapal induk nuklir USS George HW Bush guna menghadapi ancaman Iran.

  • Kapal seharga Rp105,4 triliun ini berangkat dari Virginia untuk memperkuat militer di kawasan.

  • Formasi tiga kapal induk AS siap mendominasi kekuatan tempur laut di wilayah Timur Tengah.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah kini memasuki babak baru yang semakin memanas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi telah menginstruksikan pengiriman armada tempur laut raksasa.

Armada yang dikerahkan tersebut adalah kapal induk bertenaga nuklir canggih, USS George HW Bush.

Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari kampanye militer Washington dalam menghadapi pengaruh Iran.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa pengerahan ini bertujuan memperkuat posisi tempur Amerika di zona konflik.

Berdasarkan laporan resmi Komando Armada Angkatan Laut AS, kapal tersebut mulai bergerak pada Selasa (31/3).

Titik keberangkatan kapal induk ini bermula dari dermaga Naval Station Norfolk yang berlokasi di Virginia.

Keberangkatan tersebut menandai dimulainya penugasan militer yang sangat krusial di kancah internasional.

Menariknya, lokasi pemberangkatan ini merupakan tempat kelahiran kapal tersebut saat masa pembangunannya dahulu.

Baca Juga: Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

Investasi yang digelontorkan untuk menciptakan monster laut ini mencapai angka fantastis yakni $6,2 miliar.

Jika dikonversi ke mata uang lokal, pembangunan kapal induk ini menelan biaya sekitar Rp105,4 triliun.

Proses manufaktur alutsista raksasa ini memakan waktu yang cukup lama dan dedikasi teknis tinggi.

Pengerjaan konstruksi awal dimulai pada tahun 2003 dan berhasil diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2009.

Pejabat berwenang Amerika Serikat menyampaikan informasi ini melalui laporan media ternama The Wall Street Journal.

Kehadiran USS George HW Bush di Timur Tengah dipastikan akan mengubah peta kekuatan militer di sana.

Load More