News / Nasional
Jum'at, 03 April 2026 | 13:50 WIB
Penggunaan papan tulis interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas. [Tangkapan Layar]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menerapkan teknologi layar interaktif di ruang kelas untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih modern dan inklusif.
  • Hingga November 2025, sebanyak 288.000 layar interaktif telah menjangkau 21 juta siswa dan didukung pelatihan bagi 55.000 guru.
  • Transformasi digital ini meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar serta mendukung pengembangan minat dan bakat melalui fasilitas yang fleksibel.

Suara.com - Transformasi pendidikan digital di Indonesia kini menjadi pusat perhatian dunia. Penggunaan papan tulis interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) secara masif di ruang-ruang kelas dinilai sebagai langkah revolusioner dalam menciptakan sistem pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan inklusif.

Pengakuan internasional ini salah satunya datang dari platform media Global South World. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, platform tersebut memperlihatkan suasana kelas di Indonesia yang kini jauh lebih hidup.

Dalam video tersebut, tampak antusiasme tinggi para siswa saat berinteraksi langsung dengan teknologi layar sentuh untuk memahami materi pelajaran.

Bagi para siswa, kehadiran teknologi ini memutus kejenuhan metode ceramah konvensional yang selama ini mendominasi.

“Lebih gampang dicerna aja di otak kita sih kak,” ujar seorang siswa.

Senada dengan hal itu, siswi lainnya menambahkan, “Terus kita jadi bosen gitu ngeliat papan tulis yang putih doang.”

Siswa antusias menggunakan papan tulis interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP). [Tangkapan Layar]

Data yang dihimpun menunjukkan skala transformasi ini sangat masif. Tercatat sekitar 288.000 layar interaktif telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia menggantikan papan tulis kayu atau whiteboard biasa.

Teknologi ini memungkinkan guru menyajikan materi dengan visualisasi yang kaya, sehingga mampu mengunci perhatian siswa lebih lama.

Hingga November 2025, program ini dilaporkan telah menjangkau sedikitnya 21 juta siswa dan didukung oleh pelatihan intensif bagi lebih dari 55.000 guru.

Dampaknya pun terasa langsung pada mata pelajaran yang selama ini dianggap sulit atau membosankan, seperti Matematika.

“Apalagi untuk pelajar matematika, yang biasanya murid lebih boring untuk menggunakan papan tulis, dengan ini lebih fun,” ungkap seorang siswi dengan nada antusias.

Selain untuk urusan akademik, teknologi IFP juga menjadi jembatan bagi siswa untuk mengembangkan minat khusus, termasuk di bidang olahraga.

“Aku mau jadi atlet tenis meja. Aku bisa menggunakan digitalnya buat nonton pertandingan atlet yang aku suka,” kata seorang siswa yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk riset hobi dan bakatnya.

Salah satu keunggulan utama dari transformasi ini adalah fleksibilitasnya. Papan tulis interaktif ini dirancang agar tetap berfungsi optimal baik secara online maupun offline.

Bahkan, untuk wilayah pelosok yang belum terjangkau listrik stabil, tersedia opsi penggunaan tenaga surya.

Load More