- Mobil Toyota Innova Venturer tertabrak KRL Commuter Line di Tanah Sareal, Bogor, Jumat (3/4/2026) dini hari.
- Kecelakaan terjadi karena mobil tersangkut di rel setelah menabrak tiang pembatas saat hendak melakukan putar balik arah.
- Polresta Bogor Kota sedang melakukan pencarian intensif terhadap sopir mobil yang melarikan diri setelah kejadian tersebut berlangsung.
Suara.com - Sebuah kecelakaan melibatkan mobil Toyota Innova Venturer dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line terjadi di Jalan KH. Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Jumat (3/4/2026) dini hari.
Hingga saat ini, keberadaan sopir Toyota Innova Venturer tersebut masih dicari, setelah dilaporkan menghilang dari lokasi kejadian.
Kasatlantas Polresta Bogor Kota AKP Robby Rachman mengatakan, pihaknya hingga kekinian masih melakukan pencarian intensif terhadap sopir yang identitasnya belum diketahui tersebut.
"Sampai saat ini masih kita cari," kata Robby kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).
Berdasarkan foto yang diterima Suara.com, kondisi Toyota Innova Venturer bernopol N-1410-ACZ tersebut tampak mengenaskan.
Mobil berwarna hitam itu nyaris tak berbentuk. Bagian depan hancur total hingga mengekspos mesin, lampu depan kanan pecah berkeping-keping, dan kaca depan retak seribu.
Kerusakan paling parah terlihat pada sisi kiri dan atap mobil yang ringsek parah akibat hantaman keras kereta.
Robby menyebut kecelakaan bermula saat mobil tersebut melaju dari arah Warung Jambu dengan niat melakukan putar balik menuju Tugu Narkoba.
“Saat melintas di puteran underpass, kendaraan menabrak tiang pembatas rel lalu masuk dan tersangkut di perlintasan,” ujar Robby menjelaskan awal mula kejadian.
Baca Juga: Diproduksi dalam Kamar Hotel Bogor, Polisi Bongkar Praktik Pembuatan Uang Palsu
Kemudian, saat mobil terjebak dan tak bisa bergerak di atas rel, Commuter Line pertama rute Jakarta melintas sekitar pukul 04.10 WIB. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan hebat pun tak terhindarkan.
"Commuter Line pertama arah Jakarta melintas sehingga menabrak kendaraan Toyota Innova Venturer No. Pol. : N-1410-ACZ dan terseret ke arah depan," ungkap Robby.
Kencangnya benturan, menurut Robby, membuat mobil terseret beberapa meter, mengakibatkan kerusakan berat pada fasilitas milik PT KAI dan unit kendaraan itu sendiri.
Saat ini, bangkai kendaraan telah dievakuasi. Polisi terus mendalami saksi-saksi dan bukti CCTV guna mengungkap sosok sopir yang hilang misterius tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teror Bom Molotov! Rumah Advokat di Ciracas Diserang Dua Pria Misterius
-
Bagaimana Satelit Membantu Ilmuwan Melindungi Sungai dari Pencemaran dan Perubahan Iklim?
-
Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam
-
Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang
-
Sempat Hilang! Bripda Nopandri Ditemukan Tewas di Sungai Katingan Usai Gerebek Bandar Narkoba
-
Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem Makarim, Netizen: Kode Keras Amnesti atau Abolisi?
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi