-
Iran menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.
-
Aksi militer ini merupakan balasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
-
Gempuran rudal IRGC juga menghancurkan fasilitas industri militer Israel serta pangkalan udara utama.
Operasi besar-besaran ini merupakan jawaban Iran atas serangan gabungan AS dan Israel yang diluncurkan sejak 28 Februari.
Dampak dari agresi militer sekutu tersebut sangat memukul batin serta kedaulatan negara Iran secara mendalam dan luas.
Pasalnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama serangan udara pihak musuh tersebut.
Kehilangan tokoh paling sentral ini memicu kemarahan kolektif dari seluruh elemen militer dan rakyat di negara tersebut.
Selain kehilangan pemimpin, Iran juga berduka atas hancurnya sebuah institusi pendidikan khusus perempuan di wilayah bagian selatan.
Sekolah perempuan tersebut dilaporkan rata dengan tanah setelah dihantam oleh proyektil rudal yang melesat dari pihak penyerang.
Pemerintah Iran merilis estimasi jumlah korban jiwa yang sangat besar akibat rangkaian serangan udara yang sangat mendadak itu.
Data terbaru menunjukkan angka kematian telah menembus lebih dari 1.200 orang sejak dimulainya invasi udara oleh pihak lawan.
Banyaknya korban dari kalangan sipil menjadi pembenaran moral bagi militer Iran untuk melakukan serangan balasan yang sepadan.
Baca Juga: Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas
Fakta-fakta ini menjadi dasar bagi otoritas militer di Teheran untuk mengaktifkan seluruh kekuatan tempur yang mereka miliki.
Target balasan Iran tidak hanya terbatas pada personel militer, tetapi juga menyasar sektor industri pendukung kekuatan perang musuh.
Ebrahim Zolfaghari selaku juru bicara markas komando Khatam Al-Anbiya memberikan penjelasan detail mengenai sasaran ekonomi dan militer tersebut.
"Sasaran dari gelombang serangan ini adalah fasilitas baja AS yang terletak di Abu Dhabi, fasilitas produksi aluminium AS di Bahrain, dan fasilitas industri militer dari produsen senjata Israel, Rafael," kata Zolfaghari seperti dikutip oleh stasiun televisi IRIB pada Kamis.
Pernyataan resmi ini menunjukkan bahwa Iran berupaya melumpuhkan rantai pasok logistik militer Amerika Serikat dan Israel sekaligus.
Pabrik peleburan aluminium di Bahrain dianggap strategis karena perannya dalam menopang kebutuhan material industri pertahanan di wilayah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui
-
Dukcapil: Hampir 35 Persen Pendatang ke Jakarta Cari Kerja, Didominasi Usia Produktif
-
Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen
-
Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas
-
Kayu Hanyutan Banjir di Aceh dan Sumut Dimanfaatkan Warga jadi Material Huntara
-
Sopir Taksi Online Cabul Ditangkap di Depok: Polisi Temukan Sabu, Kondom, hingga Obat Kuat!
-
Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini
-
Lompatan Besar Pendidikan RI: Penggunaan 288 Ribu Papan Tulis Interaktif Disorot Dunia
-
Pemprov DKI: Jakarta Terbuka untuk Pendatang Asal Punya Skill dan Lapor 1x24 Jam
-
Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik