News / Nasional
Jum'at, 03 April 2026 | 18:19 WIB
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono (Instagram Dude2herlino)
Baca 10 detik
  • Bareskrim Polri memeriksa Dude Herlino dan Alyssa Soebandono sebagai saksi terkait promosi bisnis PT Dana Syariah Indonesia.
  • Penyidik sedang mengusut kasus penipuan proyek fiktif PT DSI dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp2,4 triliun.
  • Polisi telah menetapkan empat tersangka serta memeriksa 82 saksi guna mengungkap mekanisme aliran dana dan penipuan.

Dude Herlino menyatakan kesiapannya untuk membantu kepolisian dalam mengusut tuntas perkara dengan nilai kerugian jumbo tersebut.

"Iya betul, pertama kali dan juga mungkin Bareskrim nanti butuh informasi dari kami, mudah-mudahan bisa bermanfaat," kata Dude saat ditemui di lokasi pemeriksaan.

5. Daftar Empat Tersangka Utama Kasus PT DSI

Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan TPPU ini. Tersangka pertama adalah AS, pendiri PT DSI yang menjabat sebagai direktur periode 2018-2024. Tersangka kedua adalah TA selaku Direktur Utama sekaligus pemegang saham PT DSI.

Tersangka ketiga berinisial MY, mantan Direktur PT DSI yang juga menjabat sebagai Direktur Utama di PT Mediffa Barokah Internasional dan PT Duo Properti Lestari. Tersangka terakhir adalah ARL yang menjabat sebagai Komisaris PT DSI serta pemegang saham perusahaan tersebut.

6. Penahanan dan Jadwal Pemeriksaan Tersangka AS

Dari empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tiga di antaranya sudah dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian. Sementara itu, untuk tersangka AS yang merupakan pendiri perusahaan, penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan khusus.

AS dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu, 8 April 2026, pukul 10.00 WIB di Ruang Dittipideksus Bareskrim Polri lantai 5 Gedung Bareskrim. Pemeriksaan ini krusial mengingat peran AS sebagai pendiri yang memimpin perusahaan dalam kurun waktu cukup lama.

7. Modus Operandi Proyek Fiktif dan Laporan Palsu

Baca Juga: Diperiksa 5 Jam, Dude Harlino dan Istri Pastikan Tak Terlibat Skema Penggelapan Dana Syariah

Para tersangka diduga menjalankan praktik ilegal dengan menggunakan proyek fiktif untuk menarik pendanaan dari masyarakat. Modus yang digunakan adalah memanfaatkan data atau informasi dari borrower existing (peminjam aktif) untuk menciptakan proyek yang sebenarnya tidak ada.

Selain itu, mereka disangkakan melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan, penipuan melalui media elektronik, hingga pembuatan pencatatan laporan palsu dalam pembukuan atau laporan keuangan perusahaan tanpa didukung dokumen yang sah.

8. Penyitaan Aset Uang Tunai dan Sertifikat Tanah

Sebagai upaya pemulihan kerugian korban, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset. Hingga saat ini, uang tunai sebesar Rp4.074.156.192,00 telah disita dari 41 nomor rekening milik terlapor maupun afiliasinya yang sudah diblokir.

Selain uang tunai, polisi juga menyita aset tidak bergerak berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) milik para borrower (peminjam) yang sebelumnya dijaminkan di PT DSI.

9. Jeratan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

Load More