- Bareskrim Polri memeriksa Dude Herlino dan Alyssa Soebandono sebagai saksi terkait promosi bisnis PT Dana Syariah Indonesia.
- Penyidik sedang mengusut kasus penipuan proyek fiktif PT DSI dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp2,4 triliun.
- Polisi telah menetapkan empat tersangka serta memeriksa 82 saksi guna mengungkap mekanisme aliran dana dan penipuan.
Dude Herlino menyatakan kesiapannya untuk membantu kepolisian dalam mengusut tuntas perkara dengan nilai kerugian jumbo tersebut.
"Iya betul, pertama kali dan juga mungkin Bareskrim nanti butuh informasi dari kami, mudah-mudahan bisa bermanfaat," kata Dude saat ditemui di lokasi pemeriksaan.
5. Daftar Empat Tersangka Utama Kasus PT DSI
Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan TPPU ini. Tersangka pertama adalah AS, pendiri PT DSI yang menjabat sebagai direktur periode 2018-2024. Tersangka kedua adalah TA selaku Direktur Utama sekaligus pemegang saham PT DSI.
Tersangka ketiga berinisial MY, mantan Direktur PT DSI yang juga menjabat sebagai Direktur Utama di PT Mediffa Barokah Internasional dan PT Duo Properti Lestari. Tersangka terakhir adalah ARL yang menjabat sebagai Komisaris PT DSI serta pemegang saham perusahaan tersebut.
6. Penahanan dan Jadwal Pemeriksaan Tersangka AS
Dari empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tiga di antaranya sudah dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian. Sementara itu, untuk tersangka AS yang merupakan pendiri perusahaan, penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan khusus.
AS dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu, 8 April 2026, pukul 10.00 WIB di Ruang Dittipideksus Bareskrim Polri lantai 5 Gedung Bareskrim. Pemeriksaan ini krusial mengingat peran AS sebagai pendiri yang memimpin perusahaan dalam kurun waktu cukup lama.
7. Modus Operandi Proyek Fiktif dan Laporan Palsu
Baca Juga: Diperiksa 5 Jam, Dude Harlino dan Istri Pastikan Tak Terlibat Skema Penggelapan Dana Syariah
Para tersangka diduga menjalankan praktik ilegal dengan menggunakan proyek fiktif untuk menarik pendanaan dari masyarakat. Modus yang digunakan adalah memanfaatkan data atau informasi dari borrower existing (peminjam aktif) untuk menciptakan proyek yang sebenarnya tidak ada.
Selain itu, mereka disangkakan melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan, penipuan melalui media elektronik, hingga pembuatan pencatatan laporan palsu dalam pembukuan atau laporan keuangan perusahaan tanpa didukung dokumen yang sah.
8. Penyitaan Aset Uang Tunai dan Sertifikat Tanah
Sebagai upaya pemulihan kerugian korban, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset. Hingga saat ini, uang tunai sebesar Rp4.074.156.192,00 telah disita dari 41 nomor rekening milik terlapor maupun afiliasinya yang sudah diblokir.
Selain uang tunai, polisi juga menyita aset tidak bergerak berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) milik para borrower (peminjam) yang sebelumnya dijaminkan di PT DSI.
9. Jeratan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)
Berita Terkait
-
Diperiksa 5 Jam, Dude Harlino dan Istri Pastikan Tak Terlibat Skema Penggelapan Dana Syariah
-
Dua Tahun Beroperasi, Bos Judi Online Beromzet Miliaran Rupiah Diamankan Bareskrim
-
KPK dan Kortas Tipidkor Polri Gelar Pertemuan Tertutup, Koordinasi Penanganan Kasus Baru!
-
82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau