- Militer Israel menghancurkan seluruh kamera pemantau di markas UNIFIL Naqoura, Lebanon selatan, pada 4 April 2026.
- UNIFIL melayangkan nota protes keras terhadap Israel karena tindakan tersebut melanggar norma keselamatan internasional bagi personel.
- Tiga prajurit TNI terluka dalam ledakan di fasilitas PBB kawasan El Adeisse akibat eskalasi militer di Lebanon.
Suara.com - Situasi di wilayah perbatasan Lebanon selatan kembali berada dalam eskalasi ketegangan yang sangat serius menyusul tindakan sepihak dari militer Israel terhadap fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tentara Israel dilaporkan telah menghancurkan seluruh fasilitas kamera pengawas yang dipasang menghadap langsung ke markas besar pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah Naqoura, Lebanon selatan.
Kabar mengenai perusakan ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), Kandice Ardiel, pada Sabtu, 4 April 2026.
Menurut penuturan dari Ardiel, aksi perusakan sistematis oleh tentara Israel tersebut telah berlangsung sejak hari Jumat lalu.
Seluruh perangkat kamera pemantau yang berfungsi sangat vital untuk memastikan keselamatan serta keamanan para personel militer maupun warga sipil di dalam kompleks markas besar UNIFIL di Naqoura kini telah dirusak sepenuhnya.
Hilangnya fasilitas kamera ini tentu memicu kekhawatiran besar akan hilangnya jaminan keamanan bagi para petugas perdamaian yang berada di sana.
UNIFIL Layangkan Protes Keras Atas Pelanggaran Militer Israel
Menyikapi perkembangan situasi yang membahayakan keselamatan para personelnya, pihak UNIFIL secara terbuka menyatakan keprihatinan yang sangat serius atas tindakan destruktif militer Israel tersebut.
Dikutip via Anadolu, otoritas UNIFIL menilai tindakan ini telah mengabaikan norma keselamatan internasional. Sebagai langkah konkret untuk merespons insiden ini, pihak pimpinan UNIFIL telah memutuskan untuk secara resmi mengajukan nota protes kepada pihak militer Israel.
Baca Juga: PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel
Ardiel selaku juru bicara juga memberikan peringatan keras kepada jajaran militer tentara Israel. Ia menegaskan bahwa pihak militer Israel memiliki kewajiban hukum yang mutlak untuk memastikan keselamatan dan juga keamanan bagi seluruh personel PBB yang sedang menjalankan mandat internasional.
Tidak hanya itu, militer Israel juga diwajibkan oleh hukum internasional untuk selalu menghormati dan tidak mengganggu gugat fasilitas-fasilitas fisik yang berada di bawah naungan bendera PBB.
Ledakan Hantam Fasilitas PBB, Tiga Prajurit TNI Terluka
Selain permasalahan rusaknya sistem pemantauan di markas besar Naqoura, sebuah peristiwa memilukan juga menimpa kontingen pasukan perdamaian asal Indonesia.
Dalam sebuah pernyataan terpisah yang disampaikan oleh Kandice Ardiel, ia turut mengonfirmasi adanya insiden jatuhnya korban dari pihak pasukan perdamaian internasional akibat dari sebuah ledakan yang terjadi pada hari Jumat.
Ledakan keras tersebut diketahui menghantam sebuah fasilitas operasional milik PBB yang berlokasi di dekat kawasan El Adeisse, wilayah Lebanon selatan.
Berita Terkait
-
Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit UNIFIL TNI yang Gugur di Lebanon
-
SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi
-
Breasts and Eggs: Perempuan yang Melawan Standar Tubuh dan Norma Sosial
-
Cara Menata Cermin di Kamar Tidur yang Baik Menurut Feng Shui, Diletakkan di Mana?
-
Mengenal Nonchalant Core: Tren Bersikap 'Bodo Amat' ala Gen Z, Sehatkah Secara Mental?
-
Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu
-
Dewa United Pertahankan Ivar Jenner di Tengah Beredarnya Rumor Transfer Persija Jakarta
-
Perbedaan Sunscreen vs Sunblock, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Sensitif?
-
9 Rekomendasi Moisturizer Murah di Bawah Rp50 Ribu untuk Kulit Glowing
-
Harga Sunblock Water Resistant, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Anti Luntur!
-
PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen