- Serangan Amerika Serikat dan Israel di Jembatan B1, Karaj, Iran pada 2 April 2026 menewaskan 13 orang.
- Militer Amerika melakukan taktik serangan ganda yang menghantam lokasi evakuasi medis dan merusak infrastruktur jembatan tersebut.
- Peristiwa ini merupakan kelanjutan eskalasi konflik sejak 28 Februari yang telah menimbulkan ribuan korban jiwa di Iran.
Suara.com - Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Jembatan B1 di Karaj, Iran terus bertambah.
Kantor Berita Mahasiswa Iran mengutip Direktur Jenderal Yayasan Veteran dan Martir Alborz, Amir Hossein Daneshkuhan melaporkan, kini jumlah korban jiwa mencapai 13 orang.
"Jumlah orang kehilangan nyawanya dalam serangan Amerika-Israel di Jembatan B1 di Provinsi Alborz telah meningkat menjadi 13 orang," kata Daneshkuhan melansir ANTARA, Sabtu (4/4/2026).
Serangan gabungan Amerika-Israel menghantam jembatan utama yang berada di jalan raya Provinsi Alborz, Iran utara, pada Kamis pagi (2/4), demikian menurut laporan media.
Kantor Berita Fars menyebutkan beberapa lokasi terkena serangan berada di daerah Azimieh dekat Karaj, termasuk Jembatan B1, yang digambarkan sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah.
Kantor berita tersebut melaporkan beberapa korban luka. Jembatan yang merupakan bagian dari proyek infrastruktur besar dan akan segera diresmikan itu pun mengalami kerusakan.
Laporan mengatakan bahwa militer Amerika melakukan serangan double tap di Iran, yakni lokasi yang sama dihantam dua kali secara berturut-turut.
Menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan media, serangan kedua terjadi sekitar satu jam setelah serangan pertama.
Saat serangan kedua terjadi, sejumlah petugas tanggap darurat sudah berada di lokasi kejadian untuk membantu korban luka, meskipun personel tersebut dianggap sebagai warga sipil yang dilindungi berdasarkan hukum internasional.
Baca Juga: Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone
Serangan itu merupakan eskalasi terbaru dalam konvoi sejak 28 Februari lalu, saat Amerika dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran hingga menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran pun telah membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung pasukan Amerika, hingga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan