News / Internasional
Minggu, 05 April 2026 | 09:05 WIB
Ilustrasi UNIFIL, Pasukan perdamaian PBB. (ANTARA/Anadolu/py)
Baca 10 detik
  • Militer Israel menghancurkan seluruh kamera pemantau di markas UNIFIL Naqoura, Lebanon selatan, pada 4 April 2026.
  • UNIFIL melayangkan nota protes keras terhadap Israel karena tindakan tersebut melanggar norma keselamatan internasional bagi personel.
  • Tiga prajurit TNI terluka dalam ledakan di fasilitas PBB kawasan El Adeisse akibat eskalasi militer di Lebanon.

Akibat insiden ledakan yang mengerikan ini, sebanyak tiga orang prajurit penjaga perdamaian PBB yang berasal dari negara Indonesia dipastikan mengalami luka-luka.

Dari ketiga korban prajurit asal Indonesia tersebut, pihak UNIFIL melaporkan bahwa dua di antaranya mengalami luka-luka yang cukup serius dan harus mendapatkan penanganan darurat dari tim medis.

Operasional pasukan UNIFIL sendiri tercatat telah berjalan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Lebanon selatan sejak tahun 1978 silam.

Seiring berjalannya waktu dan dinamika konflik yang terus berubah, mandat dan area operasi mereka diperluas secara signifikan oleh Dewan Keamanan PBB berdasarkan payung hukum Resolusi Dewan Keamanan 1701.

Resolusi khusus tersebut diterbitkan setelah meletusnya perang dahsyat antara pihak Israel melawan kelompok pejuang Hizbullah pada tahun 2006 lalu.

Rentetan serangan udara serta pergerakan operasi militer darat di wilayah kedaulatan Lebanon selatan ini terus dilancarkan oleh militer Israel, meskipun sebenarnya perjanjian gencatan senjata antarkedua belah pihak telah berlaku secara resmi sejak bulan November 2024 yang lalu.

Namun, stabilitas yang mulai terbangun kembali terganggu setelah militer Israel meluncurkan operasi balasan pasca adanya serangan lintas batas yang diprakarsai oleh kelompok Hizbullah pada tanggal 2 Maret 2026 kemarin.

Akibat dari agresi militer yang kian intensif dan tak kunjung reda ini, angka korban jiwa dari pihak warga sipil terus meroket tajam.

Berdasarkan rilis data berkala terbaru dari Otoritas Pemerintah Lebanon, tercatat sedikitnya sudah ada 1.422 orang warga yang dinyatakan tewas akibat rentetan serangan dari militer Israel.

Baca Juga: PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel

Di samping hilangnya ribuan nyawa tersebut, situasi mencekam di Lebanon selatan ini juga telah mengakibatkan sebanyak 4.294 orang lainnya menderita luka-luka dalam berbagai tingkatan.

Load More