Iran menggagalkan misi Amerika Serikat menyelamatkan pilot tempur dengan menghancurkan sejumlah armada pesawat.
Dua helikopter Black Hawk dan satu C-130 hancur terbakar di wilayah Isfahan selatan.
Pihak Iran menyebut Donald Trump mencoba menutupi kegagalan militer melalui narasi di media sosial.
Suara.com - Sebuah manuver udara dramatis yang dilakukan militer Amerika Serikat di wilayah Iran tengah berakhir dengan kegagalan total.
Angkatan Bersenjata Iran secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka dalam mematahkan upaya penyusupan yang dilakukan pasukan Pentagon.
Insiden krusial ini berlokasi di wilayah selatan Isfahan, sebuah area strategis yang menjadi saksi bisu rontoknya armada udara asing.
Tujuan utama dari pergerakan militer Amerika Serikat tersebut adalah untuk mencari dan mengevakuasi seorang pilot tempur mereka.
Pilot tersebut sebelumnya dilaporkan jatuh di wilayah kedaulatan Iran, memicu operasi penyelamatan darurat dari pihak Washington.
Armada Udara Amerika Serikat Hancur
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyampaikan laporan resmi mengenai peristiwa besar ini pada Ahad.
Beliau menegaskan bahwa sejumlah aset udara milik Amerika Serikat berhasil dimusnahkan secara permanen di lokasi kejadian.
Kehancuran armada ini secara otomatis menghentikan segala bentuk misi penyelamatan yang tengah diupayakan oleh pihak musuh.
Baca Juga: Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
Ebrahim Zolfaghari menjelaskan bahwa peristiwa mencekam ini bermula ketika pasukan Amerika mencoba masuk secara ilegal ke jantung Iran.
Upaya infiltrasi tersebut terdeteksi dengan sangat akurat oleh sistem pertahanan udara yang disiagakan oleh otoritas Teheran.
Sinergi Pasukan Gabungan Pertahanan Iran
Keberhasilan operasi militer ini merupakan hasil dari koordinasi yang sangat matang antara berbagai elemen pertahanan nasional.
"Operasi gabungan yang melibatkan angkatan udara dan darat, unit relawan Basij, serta aparat penegak hukum berhasil mencegat dan melumpuhkan pesawat-pesawat yang masuk," ujar Zolfaghari.
Seluruh unit militer tersebut bekerja dalam satu komando untuk memastikan tidak ada celah bagi lawan untuk bermanuver.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat
-
Bulan Bintang Kembali Berkibar di Aceh, Ada Apa di Balik Kericuhan?
-
Pukul Pacar, Dokter di Bali Ditetapkan Tersangka dan Ditahan
-
Ramalan Shio Hari Ini 20 Agustus 2026 Lengkap: Keputusan Besar Menanti, Siapa Paling Hoki?
-
Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Rp18 Miliar Belum Dianggarkan
-
Harga Beda Tipis, Ini iPhone yang Paling Menarik Dibeli di 2026
-
Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya
-
Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta
-
4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir
-
Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya