-
Navy SEAL Team Six berhasil menyelamatkan pilot jet tempur Amerika yang ditembak jatuh oleh Iran.
-
Unit elit ini sebelumnya sangat populer karena sukses menjalankan misi terhadap gembong teroris Osama bin Laden.
-
Personel Navy SEAL memiliki kecerdasan tinggi dan ketahanan fisik luar biasa untuk menjalankan operasi rahasia.
Suara.com - Pasukan khusus Amerika Serikat baru saja menuntaskan misi krusial untuk mengevakuasi seorang penerbang militer yang sempat hilang.
Prajurit penerbang jet tempur tersebut dilaporkan hilang kontak sesaat setelah armada udaranya terkena serangan dari pihak Iran.
Satuan yang mengemban tugas berat ini berasal dari unit komando maritim paling tersohor yaitu Navy SEAL.
Secara spesifik misi penyelamatan nyawa ini dieksekusi langsung oleh personel handal dari Navy SEAL Team Six.
Publik dunia mengenal unit ini sebagai tim yang sukses melumpuhkan pendiri organisasi Al Qaeda yakni Osama bin Laden.
Melansir laporan BBC satuan SEAL merupakan bagian integral dari Komando Operasi Khusus Angkatan Laut Amerika Serikat.
Mereka bertindak sebagai garda terdepan maritim dalam menjaga keamanan dan kepentingan nasional Amerika di kancah internasional.
Hingga saat ini tercatat ada sekitar 2.500 personel aktif yang tergabung dalam keanggotaan elit Navy SEAL tersebut.
Anggota pilihan ini direkrut melalui seleksi ketat dari berbagai matra mulai dari angkatan laut udara hingga darat.
Baca Juga: Sekolah Musik Honiak Iran Hancur Kena Rudal Israel, Pemilik: Aset 15 Tahun Lenyap dalam Semalam
Meskipun tangguh di segala medan namun keahlian tempur di wilayah perairan menjadi identitas utama yang paling menonjol.
Navy SEAL Team Six menempati posisi puncak sebagai strata paling elit dalam struktur pasukan khusus mereka.
Seluruh personel di dalam tim ini mendapatkan pelatihan luar biasa intensif untuk menjalankan berbagai jenis operasi rahasia.
Secara organisasional unit ini bernaung di bawah US Navy's Special Warfare Development Group atau yang dikenal dengan Devgru.
Cakupan tugas mereka sangat luas mulai dari pertempuran terbuka hingga penanganan terorisme global yang sangat berisiko.
Fokus utama mereka juga mencakup prosedur pembebasan sandera di wilayah konflik yang membutuhkan presisi tingkat sangat tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Buntut Penembakan Ibu Hamil, Massa API Demo di Komnas HAM: Hentikan Pembunuhan Rakyat di Papua!
-
Bobby Terima Penghargaan Adinata Syariah, Bukti Sumut Berkontribusi bagi Penguatan Ekonomi Nasional
-
Narendra Modi Tiba di Gedung Parlemen, Siap Berpidato di Hadapan Anggota DPR
-
Gubernur Bobby Nasution akan Bangun SMK Unggulan Pariwisata Berkonsep Boarding School di Samosir
-
Urus Izin KLB Kini Ditargetkan Selesai 15 Hari
-
KPK Sita Land Cruiser Diduga Barang Suap Bupati Kuansing, Pelat Sudah Diganti
-
Mau Masuk Ancol Gratis? Ini Jadwal dan Cara Mendapatkan Tiketnya
-
Disorot Kamera, Gibran Terlibat Obrolan Serius dengan Pimpinan Parlemen Jelang Kedatangan Modi
-
Viral Lokasi Kopdes Merah Putih Tak Strategis, Menkop Ferry Juliantono Janji Evaluasi
-
Prabowo-Gibran Bersiap Sambut Narendra Modi di Gedung Parlemen