- Presiden AS Donald Trump mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa pukul 21.00 waktu setempat.
- Israel memperingatkan warga Iran menjauhi infrastruktur kereta api karena akan menjadi sasaran serangan militer yang semakin intens.
- Pemerintah Arab Saudi menutup Jembatan Raja Fahd yang menghubungkan negara itu dengan Bahrain demi keamanan dari potensi serangan.
Suara.com - Kegentingan semakin meningkat di Timur Tengah, terutama di kawasan Teluk menjelang berakhirnya tenggat waktu ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Iran yang akan jatuh pada Selasa malam ini (7/4/2026).
Militer Israel atau IDF pada Selasa siang mengirim pesan via X ke warga Iran, meminta mereka untuk tidak naik kereta api atau berada di dekat rel kereta. Sementara Arab Saudi menutup sebuah jembatan strategis yang menghubungkan negara itu Degnan tetangganya Bahrain.
Trump sebelumnya memberi waktu kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz hingga Selasa pukul 21.00 waktu Iran. Jika tidak, ia sesumbar akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran dan mengembalikan Iran ke "zaman batu".
Iran sendiri tak gentar menghadapi ancaman Trump. Ketua parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf bahkan mengejek Trump dengan mengatakan AS diberi waktu 20 jam untuk menyerah dan jika tidak, maka negara-negara sekutu AS di Teluk akan dihancurkan hingga kembali ke "zaman batu".
Sejak Senin serangan AS dan Israel ke Iran dilaporkan semakin intens. Demikian pun balasan dari Iran ke Israel dan negara-negara sekutu AS di Teluk juga semakin gencar.
Israel via X mengirim pesan dalam bahasa Farsi, yang isinya meminta warga Iran untuk menjauhi insfrastruktur kereta api.
"Dear warga Iran, demi keamanan kalian, kami memohon agar mulai saat ini hingga pukul 21.00 waktu Iran, kalian tidak menggunakan kereta api. Kalian akan berada dalam bahaya jika naik kereta atau berada di dekat jalur kereta api," tulis IDF dalam cuitannya.
Pengumuman dari IDF itu mengindikasikan bahwa infrastruktur kereta Iran akan menjadi sasaran baru dalam perang yang sudah berlangsung sejak 28 Februari tersebut. Sebelumnya berbagai lembaga di dunia termasuk PBB sudah memperingatkan Trump dan Israel bahwa menyasar infrastruktur sipil adalah bentuk kejahatan perang.
Sementara juga lewat X pemerintah Arab Saudi mengumumkan penutupan Jembatan Raja Fahd yang menghubungkan dengan Bahrain. Warga diminta untuk tidak menggunakan jembatan tersebut karena khawatir akan diserang Iran.
Baca Juga: Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam
Berita Terkait
-
Respon Ancaman Donald Trump, Pemuda Iran Siaga Jaga Objek Vital Negara dengan Rantai Manusia
-
Sekolah Musik Honiak Iran Hancur Kena Rudal Israel, Pemilik: Aset 15 Tahun Lenyap dalam Semalam
-
Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup
-
AS - Israel Mau Bikin Iran Mandul Nuklir
-
Donald Trump Ancam Penjarakan Wartawan Buntut Bocornya Data Rahasia Pilot Militer AS Jatuh di Iran
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Jalankan Titah Prabowo, Menkeu Purbaya Putuskan Nasib Dirjen Bea Cukai Minggu Depan!
-
Ogah Menyerah, Nurhadi Siap Lawan Balik Lewat Kasasi Usai Vonis 5 Tahun Diperkuat
-
Koalisi Ormas Islam Laporkan Hercules Terkait Dugaan Persekusi dan Ancaman Senjata Api
-
Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026
-
KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi
-
200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!
-
WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir
-
Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita
-
Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda
-
Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta