News / Internasional
Selasa, 07 April 2026 | 13:05 WIB
Israel mengancam akan mengebom jalur kereta api Iran sementara Arab Saudi tutup jembatan ke Bahrain jelang berakhirnya tenggat waktu ultimatum Donald Trump ke Iran pada Selasa (7/4/2026). [bidik layar video X]
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa pukul 21.00 waktu setempat.
  • Israel memperingatkan warga Iran menjauhi infrastruktur kereta api karena akan menjadi sasaran serangan militer yang semakin intens.
  • Pemerintah Arab Saudi menutup Jembatan Raja Fahd yang menghubungkan negara itu dengan Bahrain demi keamanan dari potensi serangan.

Suara.com - Kegentingan semakin meningkat di Timur Tengah, terutama di kawasan Teluk menjelang berakhirnya tenggat waktu ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Iran yang akan jatuh pada Selasa malam ini (7/4/2026).

Militer Israel atau IDF pada Selasa siang mengirim pesan via X ke warga Iran, meminta mereka untuk tidak naik kereta api atau berada di dekat rel kereta. Sementara Arab Saudi menutup sebuah jembatan strategis yang menghubungkan negara itu Degnan tetangganya Bahrain.

Trump sebelumnya memberi waktu kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz hingga Selasa pukul 21.00 waktu Iran. Jika tidak, ia sesumbar akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran dan mengembalikan Iran ke "zaman batu".

Iran sendiri tak gentar menghadapi ancaman Trump. Ketua parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf bahkan mengejek Trump dengan mengatakan AS diberi waktu 20 jam untuk menyerah dan jika tidak, maka negara-negara sekutu AS di Teluk akan dihancurkan hingga kembali ke "zaman batu".

Sejak Senin serangan AS dan Israel ke Iran dilaporkan semakin intens. Demikian pun balasan dari Iran ke Israel dan negara-negara sekutu AS di Teluk juga semakin gencar.

Israel via X mengirim pesan dalam bahasa Farsi, yang isinya meminta warga Iran untuk menjauhi insfrastruktur kereta api.

"Dear warga Iran, demi keamanan kalian, kami memohon agar mulai saat ini hingga pukul 21.00 waktu Iran, kalian tidak menggunakan kereta api. Kalian akan berada dalam bahaya jika naik kereta atau berada di dekat jalur kereta api," tulis IDF dalam cuitannya.

Pengumuman dari IDF itu mengindikasikan bahwa infrastruktur kereta Iran akan menjadi sasaran baru dalam perang yang sudah berlangsung sejak 28 Februari tersebut. Sebelumnya berbagai lembaga di dunia termasuk PBB sudah memperingatkan Trump dan Israel bahwa menyasar infrastruktur sipil adalah bentuk kejahatan perang.

Sementara juga lewat X pemerintah Arab Saudi mengumumkan penutupan Jembatan Raja Fahd yang menghubungkan dengan Bahrain. Warga diminta untuk tidak menggunakan jembatan tersebut karena khawatir akan diserang Iran.

Baca Juga: Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam

Load More