-
Pasukan AS dan Iran berlomba menemukan pilot yang jatuh di wilayah konflik Iran.
-
Pilot dilatih menggunakan protokol SERE untuk bertahan hidup dan bersembunyi dari pasukan musuh.
-
Tim elit CSAR menggunakan intelijen canggih dan helikopter untuk melakukan evakuasi medis darurat.
Menghindari penangkapan oleh pihak lawan menjadi misi utama yang harus dijaga selama mungkin oleh setiap pilot yang terjatuh.
Ketersediaan air bersih menjadi faktor penentu stamina jika sang pilot terdampar di lingkungan ekstrem seperti gurun yang gersang.
"Cobalah untuk menghindari penangkapan musuh, selama yang Anda bisa," tegas Cantwell memperingatkan protokol keselamatan utama bagi kru udara.
Ia juga menambahkan strategi mendasar saat menghadapi alam liar, "Dan jika saya berada di lingkungan gurun, saya ingin mencoba menemukan air."
Keberhasilan evakuasi sangat bergantung pada kemampuan pilot untuk tidak terdeteksi oleh radar maupun pasukan darat pihak lawan.
Di sisi lain, unit Combat Search and Rescue atau CSAR yang terdiri dari tentara dan pilot spesialis langsung bersiaga penuh.
Kehadiran tim penyelamat ini memberikan dukungan moral yang besar bagi penerbang yang tengah terisolasi di wilayah berbahaya tersebut.
"Ini memberi Anda ketenangan pikiran yang luar biasa, mengetahui bahwa, Anda tahu, mereka akan melakukan semua yang mereka bisa untuk menjemput Anda," ungkap Cantwell.
Namun, ia menegaskan bahwa tim penyelamat tetap akan melakukan kalkulasi matang agar misi tersebut tidak menjadi operasi yang sia-sia.
"Pada saat yang sama, mereka tidak akan datang dalam misi bunuh diri," tambahnya mengenai profesionalisme dan rasionalitas tim evakuasi.
Pilot yang hilang memiliki peran besar dalam meningkatkan peluang keberhasilan operasi penjemputan dengan cara berpindah ke titik yang aman.
Tempat persembunyian yang ideal bisa berupa atap gedung di area perkotaan atau lahan terbuka di pedesaan yang bisa didarati helikopter.
"Prioritas saya adalah, pertama-tama, penyembunyian, karena saya tidak ingin ditangkap," jelas sang jenderal purnawirawan mengenai taktik di lapangan.
Pergerakan taktis biasanya dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan deteksi visual dan memanfaatkan kegelapan sebagai pelindung alami bagi mereka.
"Saya ingin mencoba mencapai lokasi di mana saya bisa diekstraksi," katanya seraya menyebutkan bahwa ia selalu membawa pistol saat bertugas.
Sementara itu, para spesialis CSAR seperti Sersan Mayor Purnawirawan Scott Fales mulai menyiapkan perlengkapan tempur mereka di ruang siaga.
Fales adalah sosok berpengalaman yang terlibat dalam insiden Black Hawk Down di Mogadishu, sehingga ia sangat memahami tekanan evakuasi.
"Sebelum operasi apa pun dilakukan... selalu ada rencana CSAR," jelas Fales kepada AFP mengenai protokol tetap dalam setiap misi udara.
Setiap pergerakan pesawat Amerika di atas wilayah musuh selalu dibarengi dengan kesiapan tim penyelamat yang siaga selama dua puluh empat jam.
Integrasi berbagai data intelijen dilakukan secara masif untuk memastikan posisi serta status kesehatan dari kru pesawat yang hilang tersebut.
Penggunaan drone, analisis citra satelit, hingga intelijen sinyal dikerahkan secara serentak untuk memindai setiap sudut wilayah pencarian secara akurat.
"Semuanya mulai dari intelijen manusia hingga intelijen citra, hingga Anda tahu, semua drone berbeda yang kita miliki untuk mencari -- intelijen sinyal," papar Fales.
Fales menekankan bahwa seluruh instrumen negara dikerahkan hanya untuk menemukan satu individu tersebut di tengah wilayah konflik yang sangat luas.
"Semuanya digunakan untuk mencoba menemukan orang ini," tambahnya mengenai keseriusan pihak militer dalam melacak keberadaan personil mereka yang jatuh.
Setelah lokasi terdeteksi, rencana penyelamatan akan dirumuskan secara dinamis dan real-time di dalam helikopter yang sedang terbang menuju target.
Setibanya di lokasi, tim penyelamat akan melakukan verifikasi identitas secara ketat untuk memastikan orang tersebut bukanlah jebakan dari pihak musuh.
Penilaian medis dilakukan secepat mungkin untuk menentukan apakah pilot tersebut membutuhkan perawatan darurat di lokasi atau segera dibawa pergi.
"Para penembak itu mengintai dan mencari ancaman, para pilot mencari tempat untuk mendarat, kami menjangkau penerbang yang jatuh itu," tutur Fales menggambarkan suasana evakuasi.
Keputusan krusial diambil berdasarkan tingkat ancaman dari pasukan musuh yang mendekat serta kondisi luka-luka yang diderita oleh sang pilot udara.
"Ancaman segera apa yang kita hadapi? Berapa banyak waktu yang kita miliki untuk mengeluarkan orang ini? Jenis cedera apa yang mereka miliki?" ucap Fales.
Fales tetap menaruh harapan tinggi bahwa rekan senegaranya yang hilang di barat daya Iran tersebut masih dalam kondisi yang selamat.
"Dan kemudian kami akan memutuskan jenis, jumlah perawatan yang diperlukan di tempat kejadian -- atau apakah kami hanya mengambil dan pergi tergantung pada ancaman?" katanya.
Ia menduga ada kemungkinan penduduk lokal yang bersahabat membantu menyembunyikan pilot tersebut dari kejaran militer pemerintah Iran di wilayah konflik tersebut.
"Saya berharap orang-orang ramah telah menemukannya dan menyembunyikannya," pungkas Fales memberikan sedikit optimisme di tengah situasi yang sangat mencekam.
Alternatif lainnya adalah pilot tersebut masih melakukan prosedur penghindaran secara mandiri sambil menunggu bantuan dari unit elit Amerika Serikat tiba menjemputnya.
"Atau dia masih menghindar," tutupnya mengakhiri penjelasan mengenai dinamika pencarian prajurit yang hilang di medan perang yang sangat berbahaya tersebut.
Berita Terkait
-
Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif
-
Malaysia Airlines: Pilot yang Selundupkan Narkoba ke Jakarta Tidak Bawa Pesawat
-
Ribuan Pilot Malaysia Airlines Tes Narkoba Buntut Selundupan Ekstasi ke Bandara Soetta
-
Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta
-
Respons Istana Usai Polisi Tangkap Dua Orang Pengunggah Konten Prabowo Soal Nuklir Iran
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut