Suara.com - Perang Iran tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan dan keamanan, melainkan juga dalam hal ekonomi. Konflik ini memiliki dampak yang besar pada pasar plastik di kawasan Asia. Hal ini memicu peningkatan permintaan terhadap resin daur ulang.
Berdasarkan laporan eco-business.com, konflik ini telah mendorong kenaikan harga minyak yang kemudian memengaruhi nilai petrokimia global. Pemblokiran Selat Hormuz mencekik pasokan bahan baku utama untuk memproduksi plastik. Inilah yang menyebabkan selisih harga antara plastik murni dan plastik daur ulang (yang biasanya lebih mahal) menjadi semakin kecil. Kondisi ini menyebabkan kelangkaan pasokan dan mendorong kenaikan harga plastik murni di tingkat global.
Dampaknya terlihat pada menyempitnya selisih harga antara polietilen tereftalat (PET) murni dengan PET daur ulang. Data pasar menunjukkan selisih harga tersebut kini berada di angka sekitar 200 US dolar per ton, turun signifikan dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 400 US dolar per ton. Hal ini disebabkan karena para pendaur ulang melaporkan lonjakan permintaan pasca krisis minyak Timur Tengah.
Lonjakan Permintaan di Sektor Daur Ulang
Dari fenomena menyempitnya selisih harga dan sulitnya akses terhadap bahan baku plastik ini para pelaku industri menjadi terdorong untuk mengamankan pasokan dari sektor daur ulang. Kepala eksekutif Circulate Capital, Rob Kaplan mengatakan adanya peningkatan permintaan yang sangat besar pada portofolio perusahaan-perusahaan daur ulang karena pembeli berebut untuk mengamankan pasokan.
Hal serupa juga dilaporkan oleh sebuah perusahaan plastik daur ulang di India, Ganesha Ecosphere. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka memasok volume resin daur ulang dalam jumlah besar kepada perusahaan-perusahaan yang mencari alternatif pengganti plastik murni.
Mekipun permintaan melonjak, tetap ada tantangannya. Rob Kaplan memperjelas bahwa kapasitas pengumpulan sampah plastik yang didominasi oleh sektor informal tidak dapat ditingkatkan secara instan dalam semalam untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tiba-tiba meningkat.
Tekanan Logistik dan Biaya Pengiriman
Head of operations for Bali-based recycler Prevented Ocean Plastic, Alvaro Aguilar menjelaskan bahwa pengumpulan botol PET dan fundamental lokal relatif stabil di Indonesia. Namun, gesekan logistik dan tekanan margin meningkat di seluruh rantai nilai seiring berlanjutnya krisis. Ia memamparkan dampak dari konflik ini masuk melalui tiga saluran utama: kenaikan biaya bahan bakar, fluktuasi biaya pengiriman laut, dan perilaku pengadaan barang yang menjadi lebih hati-hati.
Baca Juga: Update Harga Plastik Terbaru 7 April 2026 yang Masih Melonjak
Meskipun rantai pasok daur ulang regional menawarkan keunggulan berupa ketergantungan yang lebih rendah pada pengiriman jarak jauh, sebagian besar tim pengadaan global dinilai masih lambat dalam menyesuaikan strategi mereka untuk menjadikan plastik daur ulang sebagai penyangga terhadap guncangan pasokan.
“Rantai pasokan daur ulang sebenarnya dapat menawarkan prediktabilitas yang lebih besar dalam konteks global ini. Namun, pembeli perlu menyesuaikan cara mereka mengevaluasi risiko dan strategi pengadaan untuk sepenuhnya memanfaatkan nilai tersebut,” kata Aguilar.
Kondisi Impor dan Harga Plastik di Indonesia
Di level domestik, Indonesia juga merasakan dampak dari fluktuasi harga komoditas energi global ini. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia masih terus melakukan impor untuk komoditas plastik dan barang.
Pada Februari 2026, nilai impor plastik Indonesia tercatat mencapai US$873,2 juta atau setara dengan Rp14,84 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS). Tingginya angka impor ini terjadi di tengah tren kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan di Timur Tengah.
Kenaikan harga di tingkat hulu ini telah merambat ke pasar ritel di Indonesia. Laporan dari para pedagang menunjukkan bahwa kenaikan harga plastik sudah terjadi sejak sebelum Lebaran. Harga plastik berbagai ukuran mengalami kenaikan hingga Rp6.000 per pak. Produk yang sebelumnya dibanderol Rp17.000 per pak, saat ini dijual dengan harga Rp23.000 per pak.
Strategi Pengadaan
Krisis pasokan plastik ini mulai memicu perubahan kebijakan di beberapa wilayah. Di Taiwan, pemerintah mulai mendorong skema penggunaan kembali (reuse) setelah gangguan pada bahan baku petrokimia menyebabkan terjadinya fenomena panic buying.
Para pengamat pasar menekankan bahwa dampak berkelanjutan dari perang Iran ini mulai membentuk kembali lanskap plastik Asia yang disebabkan oleh kenaikan biaya energi dan pengiriman barang yang menekan sektor daur ulang di kawasan tersebut, bahkan ketika permintaan plastik daur ulang melonjak.
Aguilar menambahkan bahwa plastik daur ulang kini lebih berfungsi sebagai pengaman rantai pasok daripada sekadar alternatif harga bagi merek-merek multinasional seperti Coca-Cola, Unilever, dan Danone yang telah berkomitmen pada penggunaan bahan berkelanjutan.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah
-
Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa
-
Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II
-
Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi
-
Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi