- Pemerintah Iran mendeklarasikan kemenangan atas AS dan Israel pada 8 April 2026 setelah 40 hari konflik bersenjata berlangsung.
- Presiden AS menyetujui sepuluh tuntutan Iran, termasuk gencatan senjata, pencabutan sanksi, hingga penarikan penuh pasukan dari kawasan tersebut.
- Negosiasi lanjutan untuk mematangkan kesepakatan damai dijadwalkan akan dilaksanakan di Islamabad, Pakistan, mulai tanggal 10 Juni 2026 mendatang.
Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Ancaman
Deklarasi kemenangan dari pihak Iran ini muncul, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan kontras melalui platform Truth Social.
Trump menyatakan dirinya setuju untuk menangguhkan pengeboman terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Teheran membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas internasional.
Sebelumnya, Trump memicu kecaman global setelah mengeluarkan retorika perang yang dianggap banyak pihak sebagai ancaman genosida.
Ia memperingatkan bahwa "sebuah peradaban akan mati malam ini" jika Iran gagal memenuhi tuntutannya.
Ancaman ini memicu gelombang protes internasional, bahkan beberapa anggota parlemen AS menyerukan penggunaan Amandemen ke-25 untuk mencopot Trump dari jabatannya, menyebut retorika tersebut sebagai "kejahatan murni."
Selat Hormuz sendiri, yang merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia, telah diblokade secara efektif oleh Iran sejak awal konflik.
Blokade ini telah memicu krisis energi global yang menekan ekonomi domestik Amerika Serikat, yang diyakini menjadi salah satu faktor utama yang memaksa Washington melunak di meja perundingan.
Penentuan di Islamabad: Tangan Masih di Atas Pelatuk
Baca Juga: Pakar HI UGM: Gencatan Senjata AS-Iran Buktikan Donald Trump 'Chicken Out'
Sesuai arahan Pemimpin Revolusi Islam yang baru, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, Iran memutuskan membawa kemenangan di medan perang ini ke meja diplomasi.
Negosiasi lanjutan untuk mematangkan detail teknis dijadwalkan akan dimulai pada hari Jumat (10/6) di Islamabad, Pakistan. Proses ini diperkirakan memakan waktu maksimal 15 hari.
Meskipun merayakan apa yang mereka sebut sebagai kemenangan, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memperingatkan rakyatnya untuk tetap waspada.
Teheran menegaskan, negosiasi ini hanyalah perpanjangan dari medan tempur, dan kekuatan militer mereka tetap dalam kondisi siaga tertinggi.
"Tangan kami berada di atas pelatuk, dan saat kesalahan sekecil apa pun dilakukan oleh musuh, hal itu akan dijawab dengan kekuatan penuh," tegas pernyataan penutup dari dewan tersebut.
Jika musuh yang menyerah di medan perang tidak bertransformasi menjadi pencapaian politik dalam negosiasi, Iran mengancam kembali angkat senjata sampai seluruh tuntutan rakyat mereka terpenuhi secara mutlak.
Berita Terkait
-
Pakar HI UGM: Gencatan Senjata AS-Iran Buktikan Donald Trump 'Chicken Out'
-
Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur
-
Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina