News / Internasional
Rabu, 08 April 2026 | 10:59 WIB
Sekjen PBB Antonio Guterres sangat khawatir atas ancaman Donald Trump yang akan memusnahkan Iran. PBB sebut seluruh dunia bisa terdampak konsekuensinya. [Foto: Biro Pers Istana]
Baca 10 detik
  • Sekjen PBB Antonio Guterres sangat khawatir atas retorika perang Donald Trump yang mengancam akan memusnahkan peradaban Iran.
  • PBB menegaskan tidak ada tujuan militer yang membenarkan kehancuran massal dan mendesak para pemimpin untuk memilih jalur dialog.
  • PBB juga menyerukan pemulihan segera kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang blokadenya telah menaikkan harga energi global.

Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan "sangat khawatir" atas pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan memusnahkan Iran.

Kekhawatiran tersebut disuarakan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, pada hari Selasa.

Ancaman mengerikan dari Trump yang menyebut peradaban Iran bisa "musnah secara permanen" menjadi pemicu utama keresahan komunitas internasional.

Sehari sebelumnya, ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa saja menghancurkan Iran dalam semalam.

"Sekretaris Jenderal sangat khawatir atas pernyataan yang kami dengar kemarin dan pagi ini—pernyataan yang menunjukkan bahwa seluruh bangsa atau seluruh peradaban mungkin akan menanggung konsekuensi dari keputusan politik dan militer," kata Dujarric dalam konferensi pers dikutip dari Antara.

Ia menekankan bahwa tidak ada tujuan militer apa pun yang dapat membenarkan penghancuran infrastruktur masyarakat secara besar-besaran.

Penderitaan yang disengaja terhadap warga sipil juga dikecam sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

“Sekretaris Jenderal menegaskan kembali bahwa konflik bisa berakhir ketika para pemimpin memilih dialog daripada kehancuran, bahwa pilihan masih ada, dan sekarang pilihan-pilihan itu harus dibuat,” ujarnya.

“Sekarang beliau menyerukan peningkatan upaya diplomatik untuk menemukan jalan damai menuju penyelesaian konflik di Timur Tengah,” kata Dujarric.

Baca Juga: Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

Lebih lanjut, Guterres juga secara spesifik menuntut pemulihan segera kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan "meledakkan dan melenyapkan" semua pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan pabrik desalinasi Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai.

Perang retorika ini semakin memperburuk konflik yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Sejak saat itu, Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, serta memblokade Selat Hormuz.

Blokade jalur pasokan utama minyak dan gas global itu telah menyebabkan harga bahan bakar melonjak di sebagian besar negara di dunia.

Load More